Ini Sanksi Diberikan Kapolda Metro Jaya kepada Polisi yang Memalak dan Berkata Kotor kepada Pengendara Motor

Ini Sanksi Diberikan Kapolda Metro Jaya kepada Polisi yang Memalak dan Berkata Kotor kepada Pengendara Motor
Potongan video saat Reza merekam ketika si polantas membawa sepeda motornya yang mengangkut kain gulung. (sindonews)
Kamis, 08 Maret 2018 09:05 WIB
JAKARTA - Video tentang aksi memalukan yang dilakukan oknum polisi lalu lintas, yakni meminta uang secara paksa dan melontarkan kata kotor kepada pengendara sepeda motor, Reza (21) beredar di media sosial.

Dikutip dari republika.co.id, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis langsung bertindak tegas terhadap polisi lalu lintas yang melakukan aksi memalukan tersebut.

''Sudah saya tindak anggotanya dan saya mutasi,'' ujar Idham saat dikonfirmasi, Rabu (7/3) malam.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, dalam hal ini kepolisian telah memintai keterangan Reza oleh Paminal Polda Metro Jaya. Di mana, Reza mengakui kesalahannya dalam berkendara. Tak hanya itu, anggota pun turut diperiksa.

''Yang bersangkutan paham salah karena surat-surat nggak lengkap, polisinya juga salah, makanya langsung ditindak sama Paminal,'' ujar Argo.

Dalam video 03.51 detik itu, polisi membawa motor Reza meskipun dirinya mengaku lengkap membawa surat-surat baik itu SIM juga STNK. Argo menambahkan, kalau motor tersebut milik tempatnya bekerja dan masa berlaku STNK sudah habis.

''Ya tetap ditilang dong, kan ada surat-suratnya yang nggak lengkap. Kalau nggak salah STNK nya mati,'' pungkas Argo.

Lontarkan Kata Kotor

Sebelumnya diberitakan, video tindakan memalukan yang dilakukan oknum polisi lalu lintas, yakni meminta uang Rp150 ribu dan melontarkan kata kotor kepada pengendara sepeda motor, beredar di media sosial. Video itu ternyata direkam langsung oleh si pemotor dan mengunggahnya di akun Facebook pribadinya bernama Regha Ayahnya Widia.

Saat dikonfirmasi, akun itu mengaku bernama Reza (21), warga Pemalang yang tinggal di Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara. Dia membenarkan telah memvideokan oknum polisi itu dan mengaku telah dimintai uang dan dihardik dengan kata kasar.

Reza menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin 5 Maret kemarin di Jalan Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, persisnya di dekat Kota Tua. Saat itu dia hendak mengantarkan kain gulung dari kantornya di kawasan Bandengan Utara ke daerah Pademangan.

Saat berada di tikungan Jalan Bandengan Utara, dia tiba-tiba diberhentikan oleh anggota polantas yang tengah melakukan razia. "Razianya itu di tikungan, sangat membahayakan, bikin orang kaget. Apalagi tidak ada plang razia,'' ujar Reza kepada wartawan, Rabu (7/3/2018).

Saat itu, kata Reza, ada sekitar tujuh anggota polisi yang menggunakan sepeda motor melakukan razia. Seorang anggota polantas kemudian menghampirinya dan melakukan penilangan, lantaran menganggap dia membawa barang bawaan yang melebihi kapasitas.

''Saya tunjukin SIM dan STNK, memang saya telat bayar pajak beberapa hari, tapi kok yang ditahan motornya,'' tuturnya.

Polisi itu lalu membawanya ke kantor polisi. Dia dibonceng seorang petugas bernama Sariyanto, sedangkan motornya dikemudikan petugas bernama Jaelani. Di pertengahan jalan, kata dia, mendadak polantas itu meminta uang sebesar Rp300 ribu.

''Saya bilang cuma punya Rp50 ribu, lalu diturunin jadi minta Rp150 ribu. Saya bilang tidak ada, saya cuma ada Rp50 ribu, itu juga buat makan. Polisinya kesal dan keluarkan kata kasar. Saya tanya donk maksudnya apa,'' ucapnya.

Namun, polisi itu tidak mempedulikan dan malah menurunkan dia di tengah jalan dan membatalkan maksud membawanya ke kantor polisi. Adapun motornya tetap dibawa polisi setelah kain gulung barang bawaannya diturunkan di jalanan.

Menanggapi tayangan video itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro (PMJ) Jaya Kombes Pol Halim Pagarra telah berjanji bakal menindak oknum anggotanya itu apabila benar meminta uang sebesar Rp150 ribu kepada pengendara sepeda motor.

Hingga kini pihaknya masih menelusuri asal video tersebut. Dia juga belum bisa memastikan lokasi kejadian dalam video tersebut. ''Kami masih cek lebih lanjut ya,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.com dan sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww