Gara-Gara Gunakan ini, Bubur Ayam Bunut Laris Manis

Gara-Gara Gunakan ini, Bubur Ayam Bunut Laris Manis
bubur ayam Bunut, Sukabumi
Kamis, 08 Maret 2018 10:22 WIB

SUKABUMI- Salah satu makanan yang paling mudah ditemukan di Sukabumi adalah bubur ayam. Uniknya walaupun mudah didapat, bubur ayam ini selalu laris. Buktinya Bubur Ayam Bunut yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini bisa eksis hingga hari ini.

“Saya ini sudah generasi ke-3,”ungkap Desi Wirawati (39) turunan ke 3 dari  almarhum Toi Sukarya, perintis Bubur Ayam Bunut kepada Gosumut.com saat pelesiran ke Sukabumi akhir tahun 2017 silam

Desi mengisahkan sang kakek awalnya adalah seorang pedagang bubur keliling yang menjajakan jualannya di dalam gerobak. “Dulunya mangkal di depan rumah sakit R Syamsuddin yang dikenal dengan nama Bunut. Pelanggannya banyak dokter,”kenangnya tentang nama salah satu rumah sakit di kota Sukabumi itu.

Karena usaha semakin maju tahun 1990 bubur ini  memilih berjualan di toko yang membuatnya menjadi sebentuk rumah makan. Sesuai dengan sejarahnya hingga kini menu yang dijual di tempat ini hanya bubur ayam.

Tampilan bubur ayam Bunut yang berada di JalanJalan Perintis Kemerdekaan  No 17 Sukabumi ini sekilas mirip dengan bubur ayam yang lain. Tapi saat dinikmati ada sedikit berbeda. Nasi yang lembut nan wangi hingga daging ayam yang lebih gurih.

Desi mengisahkan pihaknya menggunakan daging ayam kampung. Daging ayam utuh yang sudah digoreng dengan bumbu itu dipotong kecil, yang kemudian disajikan di atas mangkok yang sudah diisi bubur. Sebelumnya di dalam mangkok itu sudah disertai kecap manis, kecap asin, bubuk merica. Kemudian diatasnya turut ditaburi bawang goreng,  kerupuk emping dan kerupuk tenggiri.

Apa yang membuat bubur ini begitu gurih? Desi membeberkan sedikit rahasia. “Penggurihnya murni dari kaldu ayam kampung. Ia direbus lama. Sekitar 4 jam,  kaldunya diambil kemudian dimasukkan ke dalam bubur,”akunya.

Selain daging ayam, Bubur Bunut juga melengkapi pilihan telur ayam muda plus jeroan ayam seperti hati dan ampela.  Jika mau bubur ayam yang special, ada juga bubur ayam yang dicampur dengan telur kampung yang diceplok setengah matang di dalam bubur.  Bubur ini mirip bubur untuk mendongkrak stamina.

Bubur ayam disajikan dengan kroket yang didalamnya diisi bihun, wortel dan labu siam yang dipotong tipis memanjang. Saat hendak disantap, bubur, kerupuk hingga kroket dicampur menjadi satu, barulah dinikmati. Perporsi bubur ayam biasa dijual Rp15 000 dan bubur special dijual Rp19.000

Desi menyajikan teh yang tak kalah unik yang konon menjadi ciri khas Bubur Bunut sejak zaman dahulu. “Kami menyebutnya teh tulang. Bubuknya menyerupai batang, aromanya unik,”ucapnya. 

Suguhan minuman teh tanpa gula memang sudah menjadi ciri khas rumah makan di Sukabumi umumnya, hanya saja mereka menggunakan jenis bubuk teh yang berbeda-beda. Bubur ayam Bunut buka 24 jam.

Editor:Sisie
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww