Sejak Januari 2018, Seribu Anak Suriah Tewas Akibat Konflik

Sejak Januari 2018, Seribu Anak Suriah Tewas Akibat Konflik
Konvoi 46 truk bantuan kemanusiaan dikirim ke kota Douma di Ghouta Timur, Senin (5/3). (republika.co.id)
Rabu, 07 Maret 2018 15:06 WIB
JAKARTA - Sedikitnya seribu anak tewas di Suriah akibat konflik, sejak Januari hingga awal Maret 2018.

Demikian menurut laporan yang diterbitkan PBB. ''Sedikitnya 1.000 anak telah terbunuh di Suriah sejauh tahun ini,'' Christophe Boulieracdari Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF), dikutip laman Al Araby, Rabu (7/3).

Ia menyoroti pertempuran yang saat ini tengah berlangsung di daerah Ghouta Timur yang terkepung.

Di daerah itu setidaknya terdapat 400 ribu penduduk, termasuk anak-anak di dalamnya.

Menurutnya, tak kecil kemungkinan anak-anak di sana akan tewas akibat terhantam serangan udara atau akibat tak mendapatkan perawatan medis memadai.

The Syrian Observatory for Human Rights melaporkan sejak pasukan Suriah dan Rusia memulai invasi ke Ghouta Timur pada 18 Februari lalu, sedikitnya 800 orang telah tewas. Lebih dari 150 dari jumlah korban tersebut adalah anak-anak.

Hingga saat ini serangan terhadap Ghouta Timur masih terus dilakukan oleh pemerintah Suriah dan Rusia.

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menyatakan, pihaknya akan menghormati gencatan senjata yang diputuskan PBB.

Kendati demikian, hal itu tak akan mengendurkan operasi atau serangan ke Ghouta Timur.

Hal ini mengakibatkan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Ghouta Timur terhambat. Pada Senin lalu, PBB mengirim konvoi bantuan kemanusiaan sebanyak 46 truk ke kota Douma di Ghouta Timur.

Namun 14 truk di antaranya terpaksa harus kembali sebelum sempat membongkar muatannya. Hal ini karena konvoi tersebut mulai dihujani tembakan.

''Setelah hampir sembilan jam berada di dalam, keputusan dibuat untuk diajukan karena alasan keamanan dan untuk menghindari hal yang membahayakan keselamatan tim kemanusiaan di lapangan,'' kata Jens Laerke dari Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Selasa (6/3).

PBB mengatakan mereka berencana mengirim kembali konvoi bantuan kemanusiaan ke Ghouta Timur pada Kamis (8/3).

Sebab masih banyak penduduk di sana yang belum menerima bantuan kemanusiaan.

Ghouta Timur merupakan sebuah wilayah di dekat ibu kota Suriah Damaskus.

Selama empat tahun terakhir, daerah ini dikepung oleh pasukan pemerintah karena dianggapmenjadi sarang kelompok militan. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww