Pengantin yang Gunakan Heli Polri di Siantar Membayar Rp120 Juta, Begini Ceritanya

Pengantin yang Gunakan Heli Polri di Siantar Membayar Rp120 Juta, Begini Ceritanya
Helikopter milik Polri disewakan mengangkut pengantin. (merdeka.com)
Senin, 05 Maret 2018 11:55 WIB
JAKARTA - Setelah sempat membantah, pihak Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya mengakui bahwa helikopter milik Polri digunakan mengangkut pasangan pengantin di Pematang Siantar, Ahad (25/2/2018).

Untuk menggunakan heli milik Polri itu, keluarga mempelai membayar Rp120 juta. ''Kalau orangtuanya (membayar kepada broker Rp 120 (juta),'' kata Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto di Mapolda Sumut, Senin (5/2), seperti dikutip dari merdeka.com.

Namun Agus belum mengetahui berapa jumlah uang yang diberikan broker yang diketahui berada di Bandara Kualanamu kepada seseorang berinisial A yang mengenal dan menghubungi kopilot heli Iptu W.

''A kepada personel, kita tidak tahu. Nanti kita akan ada pendalaman sendiri,'' jelas Agus.

Namun, jenderal bintang satu ini memastikan pilot Iptu T dan kopilot Ipto WS menerima uang. ''Ya ada yang mereka terima. Mungkin tidak etis kalau kita sampaikan, nanti pendalaman dari sana (Mabes Polri),'' jelas Agus.

Sebelumnya, Polda Sumut menyampaikan hasil klarifikasi dugaan penggunaan helikopter Polri tersebut. Kejadian itu dinyatakan sebagai tindakan pribadi pilot dan kopilot.

Tim klarifikasi yang dibentuk Polda Sumut menemukan fakta peristiwa ini bermula dari upaya pihak perwakilan pengantin bernama RG untuk menggunakan helikopter dalam resepsi pernikahan anaknya di Pematang Siantar, Ahad (25/2).

''Nah ternyata si pemangku hajat dalam hal ini Bapak RG, yang ada di Siantar, dia menghubungi broker untuk mencari heli komersial. Namun pada saat dibutuhkan, heli komersial itu ternyata rusak,'' jelas Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto di Mapolda Sumut, Senin (5/2.

RG yang merasa sudah membayar kepada broker tetap menuntut heli harus ada. Broker pun menghubungi seseorang berinisial A yang ternyata mengenal Iptu W, kopilot heli Baharkam Polri yang di-BKO-kan di Polda Sumut.

Iptu W kemudian menyampaikan permintaan A kepada pilot Iptu T. Dia ternyata menyatakan mau membantu.

''Karena mereka yang memegang kunci sehingga pada saat itu dengan alasan pemanasan mesin, pengecekan flight radio. Karo Ops menanyakan tidak dijawab. Oleh karena itu, ini adalah betul-betul merupakan tanggung jawab pribadi,'' jelas Agus.

Agus menjelaskan, Karo Ops Polda Sumut sebenarnya sudah menanyakan ke mana heli dibawa tetapi enggak dijawab. ''Ditelepon tidak diangkat, sehingga betul-betul adalah inisiatif pribadi dari pada pilot dan kopilot yang mengawaki heli. Dan memang pengakuan dari yang bersangkutan ini adalah kesalahan pribadi daripada pilot dan kopilot,'' jelas Agus.

Dijelaskan pula, saat kejadian, heli itu dibawa terbang dari Medan menuju Lapangan Subden Brimob di Pematang Siantar. Dari sanalah pasangan pengantin diterbangkan menuju Lapangan H Adam Malik, Pematang Siantar.

Penjelasan ini sekaligus membantah kabar yang menyatakan pengantin diterbangkan dari Tapanuli Selatan (Tapsel). ''Tidak benar (dari Tapsel),'' ucap Agus.

Penggunaan heli Polri ini menjadi pemberitaan setelah beredarnya sejumlah video tentang pasangan pengantin yang menggunakan aset negara itu. Peristiwa itu terjadi di Lapangan H Adam Malik, Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), Miggu (25/2) lalu.

Bidang Humas Polda Sumut dan Divisi Humas Mabes Polri sempat membantah heli itu digunakan mengangkut pengantin. Bantahan itu akhirnya dimentahkan dengan hasil klarifikasi tim yang diturunkan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww