Penyebab Kematian Mantan Wakapolda Sumut Terungkap, Bukan Bunuh Diri

Penyebab Kematian Mantan Wakapolda Sumut Terungkap, Bukan Bunuh Diri
Polisi memasang garis polisi di lokasi penemuan jenazah purnawirawan polisi, Agus Samad. (tribunnews.com)
Minggu, 04 Maret 2018 21:27 WIB
MALANG - Penyebab kematian mantan Wakil Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol (Purn) Agus Samad akhirnya terungkap. Agus Samad diduga tewas bukan karena bunuh diri.

Sebelumnya jasad Agus Samad ditemukan dengan kondisi kedua tangan tersayat. Ia tewas di lantai dasar rumahnya di Perumahan Bukit Dieng Permai Blok MB 9, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik, Agus tewas akibat patahan tulang rusuknya menembus jantung. Sementara racun serangga yang ditemukan di sekitar TKP, Sabtu (24/2/2018) lalu diduga hanya untuk kamuflase sehingga terkesan mantan Irwasda Polda Jatim ini bunuh diri.

Begitu pula silet yang ditemukan juga disinyalir untuk mengelabuhi petugas.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menjelaskan kematian Agus Samad tidak disebabkan oleh racun serangga.

Karena saat dilakukan autopsi diketahui racun itu tidak masuk sampai ke lambung, tapi hanya sampai di tenggorokan saja.

''Tidak sampai masuk ke lambung. Yang menyebabkan kematian korban adalah tulang rusuknya patah lalu menusuk jantung,'' tutur Kombes Frans Barung, Sabtu (3/3/2018).

Untuk menguak misteri kematian korban, penyidik dari Polda Jatim dan Polresta Malang terus bekerja ekstra untuk mencari bukti dan saksi yang ada.

''Tugas kepolisian adalah mencari apa penyebab patahnya tulang rusuk sebelah kiri korban,'' tutur mantan Kabid Humas Polda Sulsel.

Penyidik sekarang ini masih menggelar untuk menguak apakah Agus Samad tewas akibat dibunuh atau bunuh diri.

Hal itu akan terungkap dari masing-masing tim gabungan yang dibentuk untuk membahas dan menyimpulkan kematian korban.

Ketika korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, kedua mata kaki korban dalam kondisi terikat dari lantai dasar hingga balkon lantai III.

Tali rafia tersebut kondisinya menggelantung dan jika ditarik lurus lebih panjang dari ketinggian balkon sampai lantai dasar.

Kondisi korban saat ditemukan, wajahnya tidak mengalami luka hanya bagian rusuk sebelah kiri saja yang patah. Jumlahnya sekitar 6 tulang yang patah. Kemungkinan korban tidak jatuh dari balkon lantai III.

''Itu yang menjadi bahasan penyidik. Apakah korban dibunuh atau bunuh diri. Yang jelas penyidik terus mendalami,'' ungkapnya.

Penyidik saat ini telah memeriksa keluarga korban. Mulai dari istri korban, dan anak korban.

''Tetangga juga sudah diperiksa. Satpam yang menobrak pintu juga audab diambil keterangnnya,'' jelas Kombes Barung.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww