Pramugari Garuda Indonesia Ditangkap Polisi di Kosan Mewah

Pramugari Garuda Indonesia Ditangkap Polisi di Kosan Mewah
Pramugari Garuda Indonesia, N, ditangkap polisi karena menyimpan narkoba. (rakyatku)
Jum'at, 02 Maret 2018 15:42 WIB
DENPASAR - Anggota Polsek Kuta, Badung, Bali, menangkap M, seorang wanita muda yang mengaku bekerja sebagai pramugari Garuda Indonesia, karena diduga menyimpan narkoba. M ditangkap Sabtu (24/2/2018) lalu, di Anika House, sebuah kos-kosan mewah, di Jalan Gunung Lumut, Denpasar, Bali.

Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan, M sudah delapan tahun memakai narkoba saat tidak bekerja. Sedangkan status hubungan dengan suaminya saat ini lagi proses cerai.

Penangkapan M merupakan hasil pengembangan kasus tertangkapnya FHM, yang tak lain adalah kekasih M.

''Dia (FHM) mengaku bahwa sudah mengonsumsi kokain sejak lama. Tentu saja kerap memakai bersama pacarnya yang bernama M. Awalnya, kami tidak tahu bahwa pacarnya ini pramugari. Namun, setelah ditangkap baru dia mengaku bahwa dirinya pramugari di Garuda Indonesia,'' ungkap Panit Buser Iptu Budi Artama.

''Mereka berdua pasangan kumpul kebo. Ketika sang kekasih off dari pekerjaan dan kebetulan off di Bali, mereka tinggal di kosan itu. Sesekali mereka berpesta kokain,'' tuturnya.

Di kosan itu, tim menemukan satu paket kokain 5 gram dan satu paket sabu dengan berat 0,12 gram. Kemudian wanita asal Jakarta Selatan ini langsung digiring ke Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya membenarkan penangkapan para pelaku, di mana salah satunya adalah seorang pramugari. ''Benar kami masih kembangkan,'' bebernya.

Mantan Pramugari

Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P Lampe menyebutkan, M perempuan yang diciduk karena membawa kokain, merupakan mantan pramugari di maskapai pelat merah itu.

''Sementara itu menindaklanjuti hasil temuan Reskrim Polsek Kuta Bali, bersama ini perlu kiranya kami sampaikan bahwa oknum yang bersangkutan adalah mantan pegawai Garuda Indonesia yang saat ini sudah tidak aktif bekerja. Sehingga perbuatan oknum tersebut merupakan tanggung jawab pribadi,'' kata Nicodemus kepada Liputan6.com, Jumat (2/3/2018).***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com dan liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww