Jumlah Penumpang Pesawat, Kapal Laut dan Kereta Api Turun pada Januari 2018

Jumlah Penumpang Pesawat, Kapal Laut dan Kereta Api Turun pada Januari 2018
Ilustrasi pesawat. (merdeka.com)
Kamis, 01 Maret 2018 13:20 WIB
JAKARTA - Pada Januari 2018 terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara. Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang kapal laut dan kereta api.

Dikutip dari merdeka.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Januari 2018 sebanyak 7,6 juta orang atau turun 8,65 persen dibanding Desember 2017.

Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) juga tercatat turun 5,93 persen menjadi 1,3 juta orang

Kepala BPS, Suharyanto mengatakan, penurunan jumlah penumpang pada bandara utama terjadi di Bandara Soekarno Hatta- Jakarta sebesar 16,96 persen dan Juanda- Surabaya 6,23 persen.

''Sedangkan kenaikan terjadi di Bandara Kualanamu-Medan sebesar 17 persen, Ngurah Rai-Denpasar 13,8 persen, dan Hasanuddin- Makassar 0,85 persen,'' kata Suharyanto, dalam acara konprensi pers di kantornya, Kamis (1/3).

Sementara itu, untuk jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno-Hatta, yaitu mencapai 1,8 juta orang atau 23 persen dari total penumpang domestik, diikuti Bandara Juanda-Surabaya 689,8 ribu orang atau 9,06 persen.

Untuk jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional pada Januari 2018 sebanyak 1,3 juta orang atau turun 5,93 persen dibanding Desember 2017.

Suharyanto mengatakan, penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 33,33 persen, Soekarno Hatta- Jakarta 19,90 persen, Juanda-Surabaya 11,12 persen, dan Kualanamu-Medan 10,77 persen.

''Sedangkan kenaikan terjadi di Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebesar 44,15 persen. Jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta-Jakarta yaitu mencapai 614,2 ribu orang atau 45,51 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar 399,3 ribu orang atau 29,59 persen.''

Penumpang Kereta Juga Turun

BPS mencatat jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Januari 2018 sebanyak 34,7 juta orang atau turun 5,68 persen dibanding Desember 2017. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api justru mengalami kenaikan.

''Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek, yang merupakan penumpang pelaju (commuter) yaitu sebanyak 28,1 juta orang atau 80,87 persen dari total penumpang kereta api,'' kata Kepala BPS, Suharyanto dalam acara konferensi pers di kantornya, Kamis (1/3).

Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing turun 3,39 persen, 14,81 persen, dan 8,55 persen.

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut kereta api pada bulan Januari 2018 sebanyak 4,0 juta ton atau naik 3,19 persen dibanding bulan sebelumnya.

''Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 2,8 juta ton atau 69,18 persen. Peningkatan jumlah barang terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing sebesar 10,54 persen dan 0,22 persen.''

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Januari 2018 tercatat sebesar 1,7 juta orang atau turun 1,40 persen dibanding Desember 2017. Kemudian, jumlah barang yang diangkut juga turun 1,44 persen menjadi 22,9 juta ton.

Suharyanto mengatakan, penurunan jumlah penumpang angkutan laut terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Balikpapan, dan Makassar masing-masing sebesar 59,13 persen, 42,94 persen, dan 2,30 persen.

''Sebaliknya, jumlah penumpang di Pelabuhan Belawan naik sebesar 115,38 persen dan jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak relatif stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.''

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut pada Januari 2018 mencapai 22,9 juta ton atau turun 1,44 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, Makassar, Panjang, dan Tanjung Priok masing-masing sebesar 20,71 persen, 10,26 persen, 8,73 persen, dan 7,57 persen.

''Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut di Pelabuhan Balikpapan naik sebesar 0,13 persen.''***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww