Ingin Lebih Sehat? Beralihlah ke Gula Aren, Ini Alasannya

Ingin Lebih Sehat? Beralihlah ke Gula Aren, Ini Alasannya
Deff,Sales Distribution Channel Orgaren untuk wilayah Sumatera.
Jum'at, 23 Februari 2018 13:29 WIB

MEDAN - Gula memang manis dan menyenangkan. Gula mampu memanipulasi rasa, hingga separah apapun rasa suatu makanan berkat  gula rasanya pun  berubah enak. Tapi hati-hati, kelebihan gula membawa  petaka. Dan sebagian besar penyakit yang terjadi pada tubuh adalah akibat si manis ini.

Dalam kehidupan  kita ada tiga jenis gula yang dijadikan pilihan, yaitu gula pasir, gula merah dan gula aren. Meski sama-sama menjanjikan rasa manis, tapi sifat ke tiganya berbeda. Beda rasa, beda juga dampaknya pada tubuh.

“Kalau gula pasir seperti kita tahu ia adalah gula yang diproses dari tebu atau umbi-umbian, gula merah juga ada yang diolah dari tebu dan yang ke tiga adalah gula aren. Gula aren diolah dari air nira,”ungkap Deff,Sales Distribution   Channel Orgaren untuk wilayah Sumatera.

Banyak ahli kesehatan menyarankan  menggantikan gula pasir dengan gula aren dalam campuran makanan dan minuman. “Nah ini dia, gula aren dari proses dan penanaman pohonnya juga berbeda. Lebih organik, juga dengan kandungan gizi di dalamnya,”ucap Deff.

Dalam sebuah uji lab komposisi perbandingan antara gula pasir, gula merah dan gula aren ditemukan beberapa hal, yaitu  kalori yang terkandung dalam gula aren lebih kecil dibanding gula pasir dan gula merah. Gula aren memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah, lebih kecil dari 30, sedangkan pada gula pasir 67-100 dan gula merah 64.

Nilai indeks glikemik yang lebih rendah membuat gula aren lebih aman dikonsumsi, khususnya untuk penderita diabetes, karena tidak menyebabkan lonjakan kadar gula yang drastis.  Semakin gelap gula, maka kandungan nutrisinya cendrung lebih banyak.

Hal yang tidak kalah penting adalah kandungan pemanis yang terkandung pada masing-masing gula tersebut.  Kandungan glukosa dan fruktosa pada gula aren  sebesar 35%, angka ini terbilang lebih rendah dari gula putih yang mengandung sukrosa sebesar 99,9-100%, termasuk didalamnya 50 % glukosa dan 50% fruktosa. “Di sini biangnya, yang membuat orang perlu hati-hati saat mengkonsumsi gula putih,”ucapnya.

Tidak melalui proses pemurnian

Deff mengisahkan gula aren produk Orgaren  dibuat dari air nira yang dikandung dari pohon aren yang tumbuk secara organik di hutan. “Ada cairan yang keluar dari batang tanaman aren. Air ini lezat juga saat diminum, hanya saja tidak akan tahan lama,”bebernya.  Ketika diproses menjadi gula aren, ia pun tidak begitu rumit seperti pembuatan gula pasir,”gula yang diekstrak dari nira ini hanya dipanaskan sampai bebas kuman dan bakteri. Dengan pemanasan 100 derjat celsius,”ucapnya tentang gula aren produk Orgaren. Tidak seperti proses gula pasir yang harus mengalami proses pemurnian dan gula aren tidak   diberi perwarna atau dikristalkan berulang-ulang seperti gula pasir. “Ini yang membuat gula aren jauh lebih sehat,”jelas Deff.

Karena tidak melalui proses pemurnian, kandungan vitamin di dalam gula aren masih terjaga. Gula aren mengandung vitamin B, Kalsium, zat besi, magnesium, kalium dan sodium. Dengan berbagai kandungan itu , gula aren berfungsi sebagai sumber antioksidan, mengobati anemia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, baik untuk diet, meningkatkan sistem pencernaan, melancarkan sirkulasi darah, mengobati sariawan, menstabilkan kolestrol dalam darah dan lainnya.

“Gula aren itu akan memiliki fungsi yang sesuai jika diproses dengan cara alami dan jujur, jika proses salah, apalagi jika dicampur dengan gula pasir ya sudah pasti kandungannya jadi beda. Untuk yang sudah terjamin cobalah Orgaren (Oranik Gula Aren),”ujarnya.

Orgaren yang diproduksi oleh PT. Orgaren Indonesia mengolah gula aren dari pohon nira yang tumbuh alami dari alam di hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pohon nira ini sama sekali tidak tersentuh pupuk,”ucapnya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Deff di 081285011888

Editor:Sisie
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww