Semua Penyerang Ulama Orang Gila, Din: Menimbulkan Praduga Kasus Ini Tak Bisa Diselesaikan

Semua Penyerang Ulama Orang Gila, Din: Menimbulkan Praduga Kasus Ini Tak Bisa Diselesaikan
Pertemuan Wantim MUI dengan pihak Bareskrim Polri dan BNPT, di kantor MUI, Rabu (21!2). (dream)
Kamis, 22 Februari 2018 11:56 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, mengatakan, seringnya penyerangan terhadap ulama dalam dua bulan belakangan menimbulkan dugaan bahwa kasus ini terstruktur dan sistematis.

''Nah di kalangan umat Islam, ormas-ormas Islam, itu muncul persepsi yang menyimpulkan ini tidak berdiri sendiri, rapi bagian dari rekayasa sistematis. Itu kesimpulan kami,'' kata Din usai pertemuan dengan pihak Bareskrim Polri dan BNPT, di kantor MUI, Rabu (21/2/2018), seperti dikutip dari dream.

Menurut data yang diungkapkan Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono, sejak Desember 2017, ada 21 kasus penyerangan terhadap ulama di Indonesia.

Selanjutnya, Din menjelaskan Kabareskrim memberikan penjelasan yang menyebut para pelaku penyerangan menderita sakit jiwa. Hal ini tentu dapat menimbulkan keresahan. 

''Kalau semuanya disimpulkan orang gila, ini bisa menimbulkan praduga bahwa kasus ini tidak bisa diselesaikan,'' ucap Din

Pada kesempatan yang sama, Sekjen MUI, Anwar Abbas, mengatakan Polri sudah memberikan jawaban terkait penanganan kasus ini. Menurut dia, Kabareskrim berjanji akan menyampaikan perkembangan informasi dalam dua pekan ke depan. 

''Syukur Alhamdulillah, tadi bapak Kabareskrim sudah menjawab. Insya Allah dua minggu ke depan Kabareskim sudah bisa menjelaskan,'' ujar Anwar.

Sementara itu, Kabareskrim Komjen Ari Dono mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak resah dengan isu yang merebak di media sosial. Ari menuturkan informasi yang beredar di media sosial harus disaring lebih dahulu agar tidak menimbulkan praduga yang tidak benar.

''Ada peristiwa nyata, bukan ulama, bukan apa, tapi diberitakan ulama. Sehingga kiai dan ulama menjadi resah,'' kata Ari.

Ari menjelaskan, pihaknya menangani kasus kekerasan terhadap ulama secara profesional.

''Ini kita tangkap, sudah ada lima tersangka yang kita proses, Yang dari Jawa Barat khususnya, yang menyebarkan isu-isu tidak benar itu. Nah untuk peristiwanya sendiri, tadi sudah saya sampaikan, sudah kita lakukan proses,'' ucap dia.

Berdasarkan informasi, dari 21 serangan itu, 13 serangan terjadi di Jawa Barat. Sementara itu empat kasus di Jawa Timur, sisanya terjadi di Aceh, Banten, DKI Jakarta, dan Yogyakarta.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww