Wakapolri Sebut 95 Persen Informasi Penganiayaan Ulama Hoaks

Wakapolri Sebut 95 Persen Informasi Penganiayaan Ulama Hoaks
Wakapolri Komjen Syafruddin. (int)
Rabu, 21 Februari 2018 19:13 WIB
JAKARTA - Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Doni Sukmanto mengungkapkan sejak Desember 2018 ada 21 kasus penyerangan terhadap ulama di Tanah Air.

Data itu diungkapkannya dalam dialog dengan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (21/2). Hadir juga pada dialog tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius.

''Ternyata menurut Kabareskrim tadi ada 21 kali selama periode Desember 2017 sampai sekarang 2018,'' kata Din usai dialog tertutup tersebut.

Din mengatakan, akibat seringnya kasus penganiayaan tersebut, akhirnya muncul persepsi di kalangan umat Islam bahwa kasus penganiyaaan tersebut merupakan sebuah rekayasa.

''Nah di kalangan umat Islam, ormas-ormas Islam, itu muncul persepsi yang menyimpulkan ini tidak berdiri sendiri tapi bagian dari rekayasa sistematis. Itu kesimpulan kami,'' ucapnya.

Namun, menurut Din, dalam dialog tersebut Kabareskrim ataupun BNPT telah menjelaskamln bahwa tidak mempunyai niat yang buruk untuk mengungkap kasus-kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh orang gila tersebut. Menurut dia, pihak kepolisian juga sudah bekerja keras.

''Kami tadi menfklarifikasikannya dan juga sudah dijawab. Baik Polri Bareskrim dan BNPT berniat baik dan telah bekerja keras,'' katanya

Hanya saja, dalam penanganan kasus-kasus tersebut, Din menyarankan agar kepolisian tidak cepat mengambil kesimpulan bahwa pelaku penyerangan tersebut dilakukan orang gila, sehingga tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

''Tolong jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum meneliti betul. Sebab kesimpulan itu bisa menjadi boomerang. Kalau semuanya disimpulkan orang gila, ini bisa menimpulkan praduga bahwa kasus ini tidak bisa diselesaikan,'' jelas Din, yang juga mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

95 Persen Hoaks

Sementara Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Syafruddin menyatakan, sebagian besar informasi terkait kasus penganiayaan terhadap ulama yang mengalami gangguan jiwa adalah bohong atau hoaks. Seperti contoh di Jawa Barat. Dia menyatakan, dari 13 kasus yang informasinya berkembang di masyarakat, hanya ada dua kasus yang benar-benar terjadi.

''Kasus ini (penganiayaan kiai, red) adalah isu hoaks yang lebih banyak. Jadi sekarang ini 95 persen itu hoaks,'' kata Syafruddin seusai menggelar pertemuan dengan para ulama di Masjid Arif Nurul Huda, Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (21/2).

Syafruddin juga mengaku, aparat kepolisian sudah mengamankan pelaku penyebar hoaks terkait kasus tersebut. Namun saat ditanya secara rinci terkait orang-orang yang ditangkap karena dugaan penyebaran hoaks tersebut, Syafruddin belum bisa menjelaskannya.

''Bahwa pelakunya sudah ada dan itu sedang dikembangkan. Isu hoaks yang dibangun atau dibuat kelompok tertentu, pelakunya sudah ketahuan dan sudah ditangkap, dan akan dikembangkan,'' ujar Syafruddin.

Syafruddin menjelaskan, pelaku nantinya akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Itu tak lain karena pelaku diduga telah mendesain informasi bohong atau hoaks.

Sebelumnya, dalam pertemuan sekitar 200 ulama Garut dengan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Ketua MUI Pamengpeuk Garut KH Basari mengatakan menolak menyebut ancaman itu merupakan hoaks belaka. ''Adanya ancaman itu membuat kami dan masyarakat kami resah, ini bukan hoax lagi, tapi benar. Jangan membuat penyesatan yang bilang itu hoaks,'' katanya dalam dialog bersama di Pendopo Garut, Rabu (21/2).***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Pengarang Cerita Hoaks Penyerangan Terhadap Kiai Ponpes Al Falah Mengaku Bersalah dan Minta Maaf Sambil Menangis
GoSumbar.com Semua Penyerang Ulama Orang Gila, Din: Menimbulkan Praduga Kasus Ini Tak Bisa Diselesaikan
GoSumbar.com Kata Kabareskrim, Ada 21 Kasus Penganiayaan Ulama Sejak Desember 2017
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
wwwwww