Pria Bersenjata Serang Jemaat Gereja, 5 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Pria Bersenjata Serang Jemaat Gereja, 5 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Tim dokter di rumah sakit Kizlyar, Dagestan, melihat salah-seorang pasien korban serangan bersenjata di gereja. (bbcindonesia).
Senin, 19 Februari 2018 10:25 WIB
DAGESTAN - Sedikitnya lima orang tewas setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah jemaat yang akan meninggalkan gereja, di kota Kizlyar, Republik Dagestan, salah-satu republik di bawah federasi Rusia, Minggu (18/2).

Dikutip dari bbcindonesia, selain menyebabkan lima orang tewas, tembakan itu juga menyebabkan lima orang lainnya luka-luka, termasuk seorang perwira polisi, demikian informasi dari sejumlah pejabat Rusia.

Pelaku kemudian ditembak mati di lokasi kejadian. Dia diidentifikasi sebagai Khalil Khalilov, yang berusia 22 tahun, dan merupakan warga Dagestan.

Kelompok Negara Islam atau dahulu menyebut sebagai ISIS menyatakan bahwa mereka berada di balik serangan tersebut.

Pria bersenjata itu, yang menggunakan senapan berburu, melepaskan tembakan ke arah para jemaat gereja yang baru saja menunaikan ritual layanan selama perayaan Maslenitsa - sebuah festival yang digelar menjelang tradisi puasa, demikian laporan media Rusia.

Empat jemaat perempuan tewas di lokasi kejadian, dan seorang perempuan lainnya meninggal di rumah sakit.

Media RBK Daily, yang mengutip keterangan seorang pendeta Ortodoks, melaporkan serangan tersebut terjadi tidak lama setelah kebaktian sore.

''Kami baru saja menyelesaikan misa dan mulai meninggalkan gereja. Sekonyong-konyong seorang pria berjenggot berlari ke arah gereja seraya meneriakkan 'Allahu Akbar' dan melepaskan tembakan yang menewaskan empat orang,'' kata pastur tersebut.

''Dia membawa senapan panjang dan pisau,'' tambahnya.

Kelompok yang menyebut dirinya sebagai Negara Islam (IS) mengatakan - melalui media resminya Amaq - bahwa salah-seorang 'tentaranya' merupakan pelaku serangan tersebut.

Namun demikian, tidak ada bukti-bukti yang mengarah pada klaim tersebut.

Kelompok Negara Islam mengklaim bahwa serangan itu dilakukan atas nama perwakilan mereka di wilayah yang disebut sebagai 'Provinsi Kaukasus', yaitu didirikan pada 2015.

Perwakilan Negara Islam di wilayah itu selalu mengklaim sebagai pelaku sejumlah serangan mematikan terhadap petugas keamanan di Dagestan.

Dagestan, yang terletak di wilayah Kaukasus dan merupakan salah-satu republik di bawah federasi Rusia, memilik keragaman etnik dan warganya mayoritas menganut Islam.***

Editor:hasan b
Sumber:bbcindonesia
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww