Inkracht Sejak 2005, Pemerintah Belum Juga Ambil Alih 47.000 Ha Lahan di Padang Lawas yang Dikuasai Keluarga DL Sitorus

Inkracht Sejak 2005, Pemerintah Belum Juga Ambil Alih 47.000 Ha Lahan di Padang Lawas yang Dikuasai Keluarga DL Sitorus
Menteri KLHK Siti Nurbaya. (merdeka.com)
Senin, 19 Februari 2018 14:17 WIB
JAKARTA - Hingga kini pemerintah belum juga mengambil alih lahan seluas 47.000 hektare yang dikuasai kelaurga DL Sitorus di Padang Lawas, Sumatera Utara. Padahal, gugatan praperadilan yang diajukan DL Sitorus terkait lahan ini sudah ditolak PN Jakarta Selatan pada tahun 2005 lalu.

Dikutip dari merdeka.com, Senin (19/2/2018), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bertemu dengan dua pimpinan KPK; Saut Situmorang dan Laode M Syarif. Salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu ialah penyelamatan aset lahan di Padang Lawas, Sumatera Utara yang sebelumnya dimiliki DL Sitorus sebagai tindak lanjut rampungnya praperadilan yang diajukan mendiang DL Sitorus.

''Tindak lanjut setelah selesainya proses praperadilan kasus Padang Lawas bapak DL Sitorus (almarhum) yang mengajukan gugatan praperadilan ke KLHK dan sudah diputuskan bahwa KLHK dalam hal ini pemerintah bisa berlanjut kepada langkah-langkah berikut untuk penyelamatan aset negara berupa kawasan hutan produksi yang sekarang ditanami sawit seluas 47 ribu hektar,'' terang Nurbaya di gedung KPK, Senin.

Ia mengatakan langkah tersebut akan dilanjutkan. Persoalan ini telah disupervisi KPK sejak 2015. Nurbaya mengaku terus ditagih pimpinan KPK terkait tindak lanjut kasus ini.

''Jadi saya bolak balik ditagih dan ditanyakan terus oleh Pak Laode dan Saut,'' ujarnya.

Permohonan praperadilan DL Sitorus ditolak PN Jakarta Selatan pada tahun 2005 atau sekitar 10 tahun yang lalu. Namun hingga kini disebut lahan 47 ribu hektare masih dikuasai keluarga DL Sitorus. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian LHK, Rasio Ridho Sani yang juga ikut mendampingi Menteri Siti Nurbaya saat bertemu pimpinan KPK.

"Tadi disampaikan bahwa ini 10 tahun lalu sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap, red) putusannya. Hingga hari ini, pihak keluarga Sitorus masih menguasai, mendapatkan hasil dari perkebunan sawit yang tidak sah dan ilegal tersebut,'' jelasnya.

Untuk itu, Roy, begitu ia biasa disapa menegaskan akan melakukan langkah penegakan hukum lebih lanjut. ''Terkait dengan penggunaan dana dan juga pendanaan kegiatan ilegal ini, ini yang akan kami lakukan dan kami akan gunakan UU Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan,'' paparnya.

Terkait kapan target penyelamatan aset negara ini, Roy mengatakan secepatnya. ''Kita akan lakukan secepatnya. Ya sekarang kita siapkan ini. Kan kami disupervisi oleh KPK,'' tuturnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww