Dua Pelawak WNI Ditangkap Polisi Hong Kong, Pemerintah RI Akan Berikan Perlindungan

Dua Pelawak WNI Ditangkap Polisi Hong Kong, Pemerintah RI Akan Berikan Perlindungan
Pelawak Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil). (merdeka.com)
Rabu, 07 Februari 2018 22:36 WIB
JAKARTA - Dua pelawak asal Indonesia, yakni Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil) ditangkap polisi Hong Kong karena dituduh melanggar aturan keimigrasian. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, mengatakan, kedua pelawak WNI yang ditahan di Hong Kong itu sudah diberi akses kekonsuleran.

''Tadi pagi Konsulat Jenderal kita di Hong Kong melaporkan bahwa pemerintah setempat sudah mengizinkan kita untuk memberi akses kekonsuleran bagi dua WNI tersebut,'' ungkap Menlu Retno, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (7/2), seperti dikutip dari merdeka.com.

''Saat ini saya sedang menunggu laporan dari Konjen RI di Hong Kong tentang bagaimana hasil dari pertemuan tim mereka dengan WNI tersebut,'' tambah Menlu Retno.

Menlu Retno menegaskan bahwa perwakilan Indonesia akan tetap memberi pendampingan kepada WNI yang terlibat masalah di luar negeri, tidak peduli apa pun kasusnya.

''Merupakan suatu kewajiban bagi suatu negara, kita, untuk memberikan perlindungan bagi WNI yang terlibat kasus hukum di luar negeri. Perlindungan atau pendampingan yang dimaksud adalah untuk memastikan hak-hak hukum WNI yang menghadapi masalah di luar negeri tidak terkurangi,'' papar Menlu Retno.

Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sedang di luar negeri untuk mematuhi setiap aturan berlaku di negara yang dituju.

''Di manapun kita berada, kita tunduk pada peraturan berlaku setempat,'' pesannya.

Sebelumnya diberitakan dua pelawak asal Indonesia, yakni Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil) ditangkap dan ditahan di penjara Lai Chi Kok karena diduga telah melanggar aturan imigrasi.

Kedua WNI itu menggunakan visa liburan untuk bekerja di negara tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww