Data BPS, Terjadi Penurunan Konsumsi Rumah Tangga, Pemerintah Diingatkan Hati-hati

Data BPS, Terjadi Penurunan Konsumsi Rumah Tangga, Pemerintah Diingatkan Hati-hati
Kepala BPS Suhariyanto. (okezone)
Senin, 05 Februari 2018 18:33 WIB
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan, bila dibandingkan tahun 2015 dan 2016, terjadi penurunan konsumsi rumah tangga pada tahun 2017.

Dikutip dari sindonews.com, Suhariyanto menjelaskan, sesuai data BPS, struktur produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran pada tahun 2017, pengeluaran konsumsi rumah tangga mencapai 4,95% berdasarkan laju pertumbuhan atas dasar harga konstan 2010.

Posisi ini mengalami penurunan dibanding tahun 2016 yang sebesar 5,01%, namun lebih tinggi dibanding 2015 yang sebesar 4,96%.

Sementara jika dilihat berdasarkan distribusi atas dasar harga berlaku, konsumsi rumah tangga pada tahun lalu mencapai 56,13% atau turun dibanding tahun 2016 yang sebesar 56,62% dan 2015 56,31%.

Suhariyanto mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 yang sebesar 5,07% didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) yang sebesar 56,13%, diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 32,16%, dan komponen ekspor barang dan jasa sebesar 20,37%.

''Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan, komponen PKRT merupakan sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017,'' katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (5/2/2018).

Dia mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dengan penurunan konsumsi rumah tangga tersebut. Mengingat, konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2017 sendiri, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,07%.

''Peranan konsumsi rumah tangga masih dominan 56,13%. Jadi kalau ada sesuatu sedikit saja terhadap konsumsi rumah tangga akan berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww