Dua Ulama Dianiaya di Jabar dalam Sepekan, 1 Meninggal, Kedua Pelaku Pengidap Gangguan Jiwa

Dua Ulama Dianiaya di Jabar dalam Sepekan, 1 Meninggal, Kedua Pelaku Pengidap Gangguan Jiwa
Asep Maftuh (tangan diborgol), terduga penganiaya Ustaz R Prawoto hingga meninggal dunia. (sindonews.com)
Jum'at, 02 Februari 2018 11:53 WIB
BANDUNG - Dalam satu pekan, dua ulama di Jawa Barat (Jabar) menjadi korban penganiayaan. Satu korban diantaranya meninggal. Anehnya, kedua pelaku penganiaya dua ulama itu sama-sama mengidap gangguang kejiwaan.

Dikutip dari sindonews.com, penganiayaan pertama dialami pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Santiong, Kampung Sentiong RT 04/01, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Emon Umar Basyri (60) yang akrab disapa Ceng Emon atau Mama Santiong.

Penganiayaan itu terjadi di Masjid Al-Hidayah, Pesantren Santiong. Saat itu, korban sedang duduk wirid atau berzikir seusai melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Suasana di dalam masjid saat penganiayaan terjadi sedang sepi, karena seluruh santri telah kembali ke pondok masing-masing setelah Salat Subuh.

Akibat penganiayaan itu korban mengalami luka serius, hidung patah dan tengkorak kepala retak. Bahkan korban sempat tak sadarkan diri. Oleh para santri, korban dibawa ke RS AMC Cileunyi lalu dirujuk ke ke UGD Al Islam Bandung, Jalan Soekarno-Hatta.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk meringkus pelaku penganiayaan terhadap KH Emon. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkan tersangka penganiayaan terhadap kyai yang akrab disapa Ceng Emon itu.

Minggu (28/1/2018) malam, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, pihaknya sudah mengamankan tersangka berinisial A (50). Tersangka diamankan dari sebuah mushala sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis kejiwaan, tersangka diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Namun demikian polisi masih terus mendalami kasus ini.

Keesokan harinya, dokter ahli kesehatan jiwa RS Polri Sartika Asih dr Leony Widjaja memastikan A mengidap gangguan jiwa berat. Hal ini disimpulkan setelah melakukan observasi selama dua hari 28-29 Januari 2018. (Baca juga: Psikiater: Penganiaya KH Emon Idap Gangguan Jiwa Berat dan Hipertensi).

Untuk memproses hukum kasus penganiayaan pengasuh Ponpes Al Hidayah Santiong Cicalengka KH Umar Basyri atau Ceng Emon atau Mama Santiong, dengan tersangka A (55), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar mengandalkan penyelidikan berdasarkan fakta ilmiah (scientific investigation).

Direktur Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Fana mengatakan, kasus penganiayaan yang menimpa KH Emon cukup unik karena pelakunya dipastikan mengidap gangguan jiwa berat. Pria asal Kadungora, Kabupaten Garut itu bisa dinyatakan bebas dan hanya menjalani rehabilitasi karena tak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

''Namun untuk sampai pada kesimpulan itu (A bebas dari jerat hukum) ada proses hukum yang harus ditempuh. Bebas atau tidaknya A harus melalui vonis majelis hakim di pengadilan,'' kata Umar di Mapolda Jabar, Kamis (1/2/2018).

Ulama Tewas Dianiaya

Belum selesai kasus penganiayaan terhadap KH Emon, muncul lagi kasus penganiayaan terhadap ulama. Kali ini, korbannya adalah Ustaz R Prawoto, yang merupakan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia (Persis) Pusat.

Prawoto mengalami patah tangan kiri akibat dipukuli oleh Asep yang merupakan tetangganya di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Ustaz Prawoto meninggal dunia pukul 17.30 WIB.

''Berdasarkan kesaksian warga, pelaku Asep Maftuh mengidap gangguan jiwa. Pelaku diduga depresi. Saat ini pelaku dilakukan observasi di RSJ Provinsi Jabar Cisarua, Lembang,'' kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo.

Penganiayaan terhadap dua ulama itu pun membuat prihatin sejumlah pihak, termasuk politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Ucapan dukacita disampaikan melalui akun twitternya,@hnurwahid.

''InnaliLlahi...Belum sembuh KH Umar Basri dari penganiayaan org yg katanya 'sakit jiwa'. Tadi Tokoh Umat dari Persis, HR Prawoto,SE, dianiaya olh yg katanya 'sakit jiwa', bahkan Beliau wafat krnnya. Smoga Allah terima sbg syuhada. Tapi polisi perlu usut tuntas 'modus' org gila ini.''***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww