Dua Suplemen Ini Kandung Babi, BPOM Perintahkan PT Pharos dan PT Medifarma Hentikan Produksi dan Distribusi

Dua Suplemen Ini Kandung Babi, BPOM Perintahkan PT Pharos dan PT Medifarma Hentikan Produksi dan Distribusi
Suplemen Viostin DS. (int)
Rabu, 31 Januari 2018 12:33 WIB
JAKARTA - Dua suplemen, yakni Viostin DS dan Enzyplex tablet dikabarkan mengandung DNA babi. Kabar ini viral di media sosial, setelah surat yang diduga milik internal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya di dunia maya.

BPOM RI kemudian memberikan penjelasan tentang kabar yang menghebohkan tersebut.

''Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101,'' tulis pernyataan resmi BPOM dalam situs resminya, seperti dikutip dari dream.

Berikut penjelasan resmi Badan POM yang dikeluarkan Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan POM RI di Jakarta, 30 Januari 2018 itu: 

1. Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

2. Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi.

3. Badan POM RI telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan/atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut.

4. PT Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS.

5. PT Medifarma Laboratories telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran.

6. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM RI menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan ''MENGANDUNG BABI''.

7. Badan POM RI secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan.

Badan POM mengimbau masyarakat tidak resah dengan beredarnya surat ini. Jika memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. 

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari PT Pharos Indonesia maupun PT Medifarma Laboratories terkait hasil uji Badan POM ini. ***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww