Sebut Suu Kyi Pemimpin Tak Bermoral, Politisi AS Bill Ricardson Mundur dari Panel Penanganan Krisis Rakhine

Sebut Suu Kyi Pemimpin Tak Bermoral, Politisi AS Bill Ricardson Mundur dari Panel Penanganan Krisis Rakhine
Bill Richardson. (merdeka.com)
Sabtu, 27 Januari 2018 02:35 WIB
JAKARTA - Politikus AS Bill Richardson mengaku sangat kecewa dengan kebijakan pemimpin Myanmar Aung Sang Suu Kyi. Karena itu, Richardson memilih mengundurkan diri dari panel penasihat Myanmar yang dibentuk oleh Aung Sang Suu Kyi menangani krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine.

Dikutip dari merdeka.com, keputusan Richardson mengundurkan diri sangat mengejutkan. Sebab, dia adalah teman dekat Suu Kyi sekaligus orang asing pertama yang membantu pembebasan para tahanan politik dan memperjuangkan Myanmar menjadi negara demokratis.

Richardson menilai Suu Kyi sebagai sosok pemimpin yang hanya mendahulukan kepentingan pribadi. Bahkan Suu Kyi tampak sama sekali tidak peduli dengan krisis yang dialami oleh penduduk Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh.

''Pada pertemuan pertama panel ini, saya sangat terkejut karena melihat Suu Kyi yang sangat meremehkan media, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kelompok HAM, dan organisasi internasional lainnya yang peduli terhadap krisis tersebut,'' tulis Richardson dalam surat pengunduran dirinya, dikutip dari laman the Guardian, Jumat (26/1).

''Saya juga melihat ketidaktulusan Suu Kyi terkait isu krisis kemanusiaan yang sedang didiskusikan,'' tambahnya.

Selain itu, Richardson juga kesal karena permintaannya untuk membebaskan dua jurnalis Reuters ditolak mentah-mentah oleh Suu Kyi.

''Dia membela diri dengan mengatakan bahwa penangkapan dua jurnalis itu hanya untuk melindungi kerahasiaan negaranya,'' ungkapnya.

''Ketiadaan moralnya sebagai seorang pemimpin sebenarnya adalah isu terbesar dari permasalahan ini,'' lanjutnya.

Pernyataan Richardson menuai respons dari pemerintah Myanmar. Myanmar menuding Ricahrdson telah melakukan 'serangan pribadi' terhadap Suu Kyi. Bahkan, Myanmar juga menyebut Richardson tidak mengundurkan diri melainkan didepak dari panel diskusi ini.

''Mengingat betapa banyaknya perbedaan pendapat, pemerintah memutuskan bahwa partisipasinya dalam dewan tidak lagi dilanjutkan demi kepentingan semua pihak,'' demikian keterangan dari Kantor Pemerintahan.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww