Tukang Tambal Ban Bawa Surat Nikah Saat Temani Istrinya yang Cantik Jual Diri, Ini Alasannya

Tukang Tambal Ban Bawa Surat Nikah Saat Temani Istrinya yang Cantik Jual Diri, Ini Alasannya
HEN dan istrinya, ELS, setelah terjaring razia Satpol PP. (tribunnews.com)
Jum'at, 26 Januari 2018 21:03 WIB
SEMARANG - Suami seharusnya melindungi istrinya dari gangguan pria lain. Bahkan ada yang sanggup membunuh, bila ada orang mencoba menodai istrinya.

Namun tidak demikian dengan HEN (33). Lelaki yang bekerja sebagai penambal ban ini malah merelakan istrinya jadi pelacur. Bahkan HEN, menemani istrinya setiap malam saat menjual diri kepada pria hidung belang.

Dikutip dari tribunnews.com, HEN tertangkap basah sedang menjual istrinya, ELS (20) di Jalan Tanjung dekat Stasion Poncol Kota Semarang, Kamis (25/1/2018) dini hari.

ELS yang berparas cantik itu juga terjaring oleh Tim Gabungan Satpol PP dan Polrestabes Semarang yang melakukan razia pekat di Jalan Tanjung Semarang, Kamis dini hari itu.

Malam itu, beberapa PSK termasuk ELS sedang mangkal di lokasi tersebut. Mereka kabur begitu lihat beberapa polisi datang menghampiri. ELS juga kabur. Wanita cantik ini lari masuk warung.

Di dalam warung angkringan yang tak jauh dari lokasi razia sudah ada HEN yang tak lain adalah suami sah dari ELS. Saat itu HEN mengaku sedang nongkrong.

Saat ELS terjaring razia Satpol PP, HEN membela bahwa mereka suami istri. Tak tanggung-tanggung HEN menunjukkan dua surat nikah. Memang benar bahwa ELS adalah istri sah HEN.

ELS juga membantah bahwa dirinya sedang menjajakan diri di kawasan Jalan Tanjung. Wanita cantik itu sedang jajan di warung bareng sang suami yaitu HEN.

Sempat terjadi perdebatan antara aparat dan pasangan suami istri itu.

''Ini buku nikah kami. Kurang apa? Masih tidak percaya kalau dia istri saya?'' kata HEN meninggi di hadapan petugas. Dia tunjukkan buku nikah.

Aparat tak langsung percaya karena melihat langsung ELS beserta PSK lain kabur. Semula para PSK itu mangkal di Jalan Tanjung. ELS lari dari Jalan Tanjung menuju warung ini.

Satpol PP kemudian periksa identitas dan menyelidiki informasi dari ponsel pasangan suami istri itu. Ditemukan sejumlah pesan berupa rincian daftar harga PSK.

''Masih bantah? Kamu tega jual istrimu sendiri? Suami apa kamu ini?'' seru petugas ke HEN.

HEN yang tadi galak dan bersuara tinggi akhirnya luruh dan bicara lirih. Matanya berkaca-kaca. Dia mengakui istrinya sedang menjajakan diri.

Akhirnya HEN mengakui bahwa dia antar jemput ELS dari Kaliwungu Kudus ke Kota Semarang hampir tiap malam.

HEN mengaku keseharian membuka jasa tambal ban namun tak cukup untuk menafkahi istrinya. Apalagi pasangan ini punya cicilan motor, yaitu sepeda motor ELS yang digunakan untuk wara-wiri.

''Saya tak mampu menafkahi. Mungkin dengan cara saya menjaga dia saat jual diri bisa menebus dosa saya sebagai suami.'' kata HEN.

Tiap malam, HEN dan ELS mangkal di Jalan Tanjung. Mereka selalu membawa buku nikah. Yaitu untuk mengelabui petugas maupun penting digunakan saat akan check in di hotel.

Pasangan itu berasal dari Kabupaten Kudus. Mereka bolak-balik Semarang-Kudus setiap hari.

''Kalau capek saya tidur di hotel tempat istri tidur dengan pria lain. Jadi, gantian kalau dia (laki-laki hidung belang) selesai,'' beber pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara itu.

Tarif ELS cukup tinggi. Untuk tarif short time (ST) berhubungan badan Rp300 ribu, belum termasuk ongkos hotel. Dalam semalam, ELS bisa mengantongi sekitar Rp700 ribu.

Mereka digelandang ke kantor Satpol PP Kota Semarang di Jalan Ronggolawe Barat, Gisikdrono, Semarang Barat.

Kabid Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat Satpol Kota Semarang, Martin Stevanus Dacosta mengatakan, giat razia penyakit masyarakat atau pekat kategori PSK dilakukan untuk menegakkan peraturan daerah (Perda) Kota Semarang nomor 5 tahun 2017 tentang ketertiban umum. ''Mereka kena Tipiring (tindak pidana ringan) serta wajib sidang,'' jelas Martin. ***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww