Ini Alasan Polisi Belum Tetapkan Perawat Pelaku Pencabulan Pasien Cantik Sebagai Tersangka

Ini Alasan Polisi Belum Tetapkan Perawat Pelaku Pencabulan Pasien Cantik Sebagai Tersangka
WD (kanan), pasien korban pencabulan perawat. (liputan6.com)
Jum'at, 26 Januari 2018 23:20 WIB
SURABAYA - Polisi telah menangkap ZA (30), perawat RS National Hospital Surabaya, Jawa Timur, terduga pelaku pencabulan terhadap pasienberparas cantik, WD (32). ZA ditangkap aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya Jumat pagi dan langsung ditahan.

Dikutip dari liputan6.com, sejak ditangkap di salah satu hotel di Kota Surabaya, terduga pelecehan seksual terhadap pasien cantik masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Mapolrestabes Surabaya. Polisi belum menetapkan status tersangka terhadap ZA.

Polisi masih memeriksa ZA sebagai saksi terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pasien cantik, WD (32), saat dirawat di RS National Hospital Surabaya, pada 23 Januari lalu.

''Kami masih belum menetapkan tersangka pada terduga pelaku pelecehan seksual yang terjadi di rumah sakit,'' ucap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan, Jumat (26/1/2018).

Ditanya kenapa penyidik tidak segera menetapkan status tersangka pada ZA, Rudi menjelaskan bahwa dalam menetapkan status tersangka tidak hanya berdasarkan pengakuan terduga. Namun, harus merunut kronologinya bagaimana.

''Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa lima orang sebagai saksi, termasuk terduga pelaku yang diperiksa hari ini,'' ujarnya.

Selain itu, menurut Rudi, polisi juga memeriksa CCTV atau kamera pemantau di RS National Hospital Surabaya, tempat pasien mengalami pelecehan seksual.

Istri Pengacara Kasus Kopi Sianida

Korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh perawat Rumah Sakit National Hospital Surabaya ternyata istri dari Yudi Wibowo Sukinto, salah satu anggota tim pengacara Jessica Kumala Wongso. Nama Yudi mengemuka saat menangani kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin.

Yudi yang juga bertindak sebagai pengacara pasien wanita berinisial W (32) yang tak lain adalah istrinya telah mendatangi Mapolrestabes Surabaya untuk melaporkan kejadian pelecehan seksual tersebut.

''Kejadiannya tanggal 23 Januari kemarin, pukul 11.30 sampai 12.00 WIB,'' tutur Yudi di Mapolrestabes Surabaya, Kamis, 25 Januari 2018, kepada Liputan6.com.

Yudi menceritakan, sebelum kejadian, istrinya mengeluh sakit kandungan yang perlu segera dilakukan penanganan medis, yaitu operasi. Sebab, jika tidak diambil tindakan bisa mengakibatkan kanker.

Kemudian bapak lima anak ini mengantar istri keduanya itu ke RS National Hospital. Setelah itu dia kembali bekerja, dan sang istri ditunggu oleh saudaranya di rumah sakit.

Pada Selasa, 23 Januari 2018, sekitar pukul 00.00 WIB, Yudi menerima pesan WhatsApp dari istrinya terkait apa yang baru saja dialaminya.

''Setelah itu, di ruang operasi setengah sadar begitu, di ruang pemulihan itu diraba-raba oleh perawat laki namanya Junaidi,'' katanya.

Dalam kondisi masih belum sadar pasca-operasi, perawat yang diduga pelaku memindahkan pasien ke ruang pemulihan.

''Setelah operasi, keadaan tak berdaya. (Pelecehan) sampai dua kali itu. Dia tolah-toleh (tengok kanan-kiri) lihat ada orang apa enggak gitu. Mungkin ada pasien-pasien lain diperlakukan seperti itu,'' ucapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Ternyata Hal Ini yang Memicu Perawat National Hospital Cabuli Pasien
GoSumbar.com Diduga Cabuli Pasien, Perawat RS National Hospital Jadi Tersangka
GoSumbar.com Dicabuli Perawat Pria Saat Setengah Sadar Usai Operasi, Pasien RS National Hospital Surabaya Melapor ke Polisi
GoSumbar.com Pasien Sedang Dibius Jadi Korban Pelecehan Seksual di Rumah Sakit
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
wwwwww