Diduga Cabuli Pasien, Perawat RS National Hospital Jadi Tersangka

Diduga Cabuli Pasien, Perawat RS National Hospital Jadi Tersangka
W, pasien korban pencabulan saat melapor ke Polrestabes Surabaya. (liputan6.com)
Kamis, 25 Januari 2018 21:43 WIB
SURABAYA - Kepolisian telah menetapkan J, perawat di RS National Hospital Surabaya, sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap pasien perempuan berinisial W.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, sebelumnya korban berinisial W telah mendatangi Polrestabes Surabaya pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB, guna membuat laporan dugaan pelecehan tersebut.

''Polrestabes Surabaya bersama Polda Jatim kemudian bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini,'' ucap Frans saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (25/1/2018).

Sebanyak empat saksi sudah diperiksa terkait kasus ini. Baik dari pihak rumah sakit maupun dari pihak korban.

''Kami periksa manajemen RS, dokter operasi kandungan, perawat jaga, dan saksi dari pihak wanita (korban),'' jelas dia.

Alhasil, satu orang ditetapkan sebagai tersangka pelecehan. Dia adalah karyawan RS National Hospital, Surabaya, Jawa Timur. ''Kami tetapkan J sebagai tersangka,'' kata dia.

Tersangka dikenakan Pasal 290 (1) KUHP tentang pencabulan dengan seseorang padahal diketahui bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya.

Pelaku Minta Maaf

Seorang wanita berinisial W menerima perlakuan tidak menyenangkan saat tengah terbaring lemah di rumah sakit National Hospital di Surabaya, Jawa Timur. Pelakunya adalah J yang tak lain perawat di rumah sakit tersebut.

Peristiwa itu terjadi 23 Januari 2018 sekitar pukul 12 siang. Saat itu korban baru saja menjalani operasi dan dipindahkan ke ruang pemulihan.

''Di ruang pemulihan itulah tersangka melecehkan,'' kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Dia menjelaskan, Korban berusaha melawan namun tidak berdaya karena masih terpengaruh obat bius. Korban baru sadar sepenuhnya keesokan harinya sekitar pukul 3 pagi dengan meminta pertanggungjawaban rumah sakit.

''Korban komplain kepada manajemen dan minta perawat tersebut dihadirkan. Pihak rumah sakit menyanggupinnya. Pada tanggal 24 Januari 2018 kemarin pelaku meminta maaf,'' ucap Frans.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Ternyata Hal Ini yang Memicu Perawat National Hospital Cabuli Pasien
GoSumbar.com Dicabuli Perawat Pria Saat Setengah Sadar Usai Operasi, Pasien RS National Hospital Surabaya Melapor ke Polisi
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
wwwwww