160 Gadis, Termasuk Peraih Medali Emas, Dicabuli Dokter Tim Medis Olimpiade AS di Depan Orangtuanya, Kok Bisa Ya?

160 Gadis, Termasuk Peraih Medali Emas, Dicabuli Dokter Tim Medis Olimpiade AS di Depan Orangtuanya, Kok Bisa Ya?
Aly Raisman (baju merah), atlet peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro, yang ikut menjadi korban pencabulan Nassar. (kompas.com)
Kamis, 25 Januari 2018 21:08 WIB
MICHIGAN - Pengadilan Michigan memutuskan Larry Nassar bersalah, telah melakukan pelecehan seksual terhadap 160 gadis. Larry Nassar merupakan dokter olahraga di tim medis olimpiade Amerika Serikat bidang gimnastik. Pencabulan terhadap 160 wanita itu dilakukannya selama 30 tahun kariernya.

Dikutip dari kompas.com para saksi, yang semuanya perempuan itu, telah memberikan kesaksian soal pencabulan atau pelecehan seksual atas mereka selama bertahun-tahun dengan kedok perawatan medis.

Di pengadilan Michigan tempat kasus ini digelar, lusinan orangtua terisak, menghapus air matanya, atau termenung, di belakang anak perempuan mereka yang memberi kesaksian pernah dilecehkan oleh Nassar.

Kebanyakan orangtua korban ada ketika Nassar melakukan pelecehan. Dokter berusia 54 tahun itu menggunakan tubuhnya untuk menutupi pandangan orangtua anak saat melakukan aksi bejatnya di meja pemeriksaan.

Salah seorang ibu mengaku sedang melihat-lihat ponselnya, sementara yang lain tidak mengamati Nassar dengan jelas karena percaya dengan reputasinya sebagai dokter tim gimnastik elit dan sifatnya yang ramah.

Selama satu minggu persidangan, lebih dari 150 perempuan muda memberikan kesaksian, dan satu hal yang sama dari mereka adalah peran orangtua yang mengirimkan mereka ke Nassar.

Kebanyakan orangtua berdiri mendampingi anak perempuannya di pengadilan, beberapa berbicara, dan yang lain masih tak percaya bagaimana predator itu bisa memasuki kehidupan keluarga yang melakukan banyak hal untuk memenuhi ambisi buah hatinya, sebagian besar bermimpi mendapat medali di olimpiade.

"Saya dengan sukarela memberikan hadiah paling berhaga di dunia ini kepada Anda, dan Anda menyakitinya. Secara fisik, mental, dan emosional, dan ia ketika itu baru 8 tahun," kata Anne Swineheart yang dipersilakan berbicara di pengadilan.

''Saya tidak memahami bagaimana saya bisa tidak menyadari bendera merah?," katanya. ''Bagaimana saya salah mengartikan maksud Anda secara salah? Saya hanya ingin anak perempuan saya lebih baik, mencapai mimpinya untuk sukses dalam olahraga yang dicintainya,'' katanya lagi.

Swineheart bukan satu-satunya orangtua yang tertipu oleh Nassar dan menyesal karena mereka tidak peka dengan apa yang dialami buah hatinya.

''Bendera merah itu mungkin memang ada di sana, tetapi sengaja disembunyikan. Saya tahu bagaimana para ibu yang setia mengantarkan anak mereka berlatih,'' kata hakim Rosemarie Aquilina.

Ia meminta orangtua tidak terlalu menyalahkan diri sendiri. Predator anak-anak memang seringkali bersembunyi di balik pesona publik sebagai ayah yang baik, suami, pemuka agama, dan peran penting lain di masyarakat. Selama bertahun-tahun, Nassar juga dianggap sebagai pelatih terbaik.

''Pencabul anak bersembunyi di sekitar kita,'' kata Aquilina seperti dikutip dari situs New York Times.

Olivia Ventuno, seorang penari, mengatakan ia dilecehkan oleh Nassar dari tahun 2006, ketika ia berusia 12 tahun, sampai tahun 2013. Pada awalnya, orangtunya tak percaya dengan pengakuannya.

''Ia melecehkan saya selama 7 tahun, dan seringkali di dalam ruangan yang ada ayah atau ibu saya,'' kata Ventuno.

Untuk menutupi aksinya, Nassar disebutkan menggunakan handuk, mengangkat meja, atau menaruh tangannya di bawah celana longgar. Ia juga sering menggratiskan jasanya.

Beberapa di antara korbannya ialah para pesenam peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016, yakni Simone Biles, Aly Raisman, Gabby Douglas dan McKayla Maroney.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww