Astaghfirullah, Ibu yang Masih Pelajar SMK Ini Bunuh Bayinya di Toilet Rumah Sakit

Astaghfirullah, Ibu yang Masih Pelajar SMK Ini Bunuh Bayinya di Toilet Rumah Sakit
ilustrasi
Rabu, 24 Januari 2018 21:19 WIB
PURWOKERTO - Entah apa yang ada di benak NM (15 tahun) hingga tega membunuh bayinya sendiri yang baru lahir. Gadis remaja yang masih berstatus pelajar SMK swasta di Purwokerto ini, nekad membunuh bayinya sendiri di toilet Rumah Sakit Islam Purwokerto, Selasa (23/1) pagi. Bahkan, cara membunuhnya pun terbilang sadis.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun menyebutkan, tersangka yang merupakan warga Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas ini, sebelumnya datang ke Ri Purwokerto Selasa (23/1) menjelang Subuh. Saat itu, tersangka diantar oleh ayahnya, Nur Hidayat (43).

"Nur Hidayat membawa anaknya ke rumah sakit, karena semalaman anaknya mengeluh perutnya sangat sakit. Dia tidak tahu kalau puterinya sedang hamil," ujarnya.

Sesampai di RS, petugas medis UGD sempat melakukan beberapa pemeriksaan pada tubuh tersangka. Namun saat akan diperiksa perutnya, pelaku menolak dengan alasan sangat sakit.

Mendapat jawaban seperti itu, petugas medis RS menyarankan pelaku untuk rawat inap agar bisa diobservasi lebih jauh mengenai penyakitnya. Pelaku kemudian dirawat di bangsal anak Ar Rahman.

Berdasarkan keterangan ayah pelaku, Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 06.00 WIB, pelaku masuk ke toilet bangsal. Ayahnya mengira, pelaku hendak buang air besar atau kecil. Apalagi, pelaku juga sempat meminta ayahnya untuk meminjam gunting pada perawat, dengan alasan untuk menggunting pampers.

Setelah gunting diserahkan, ayahnya kemudian menunggu di luar toilet. Namun dia menjadi khawatir, karena merasa anaknya dinilai terlalu lama berada di toilet. Apalagi anaknya mengaku sedang sakit.

Namun saat Nur Hidayat membuka pintu kamar mandi, dia menjadi terkejut karena dibalik ember dalam toilet ada bayi yang tergeletak diam. Tanpa bertanya pada anaknya, Nur melaporkan temuan bayi tersebut pada perawat jaga.

Perawat yang kemudian mengecek laporan tersebut, menemukan ada bayi tergeletak di balik ember. Namun, selain menemukan bayi, perawat juga menjadi curiga terhadap NM karena pada pakaian bagian bawah yang dikenakan terdapat banyak noda darah. Mendapati hal ini, perawat menemui petugas keamanan RS yang langsung melapor ke Polsek Purwokerto Barat.

Belakangan diketahui, bayi laki-laki yang ditemukan di toilet RS tersebut ternyata sudah dalam keadaan meninggal. Yang mengenaskan, di beberapa bagian tubuh bayi yang masih merah tersebut terdapat beberapa luka bekas tusukan. "Dari hasil pemeriksaan, ada 11 luka tusukan pada tubuh bayi. Diduga bayi itu ditusuk dengan gunting yang dipinjam tersangka," ungkap Kapolres.

Dalam pemeriksaan oleh unit Reskrim Polres Banyumas, tersangka NM mengaku, bahwa bayi itu memang anak yang baru dilahirkannya. Bahkan, dia pula yang membunuh anaknya dengan menggunakan gunting yang ditusukkan ke tubuh bayi.

"Mengenai motifnya, kita belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena kondisi tersangka yang masih lemah. Tersangka masih harus mendapat perawatan selama tiga hari di rumah sakit karena habis melahirkan," katanya.

Soal kenapa tersangka sampai demikian sadis menusukkan gunting hingga 11 kali ke tubuh bayinya, Kapolres juga mengaku, masih belum bisa mengetahui penyebabnya. "Mungkin nanti akan kira periksakan pada dokter penyakit jiwa. Apa ada masalah dalam kejiwaan tersangka atau tidak," katanya.

Sementara mengenai laki-laki yang menghamili tersangka, Kapolres menyatakan, pihaknya juga sudah melakukan penangkapan. Tersangka berinisial M alias G (16), warga desa yang sama dengan tersangka.

"Dari pemeriksaaan yang bersangkutan tidak mengetahui soal tindakan pacarnya membunuh bayi tersebut. Namun yang bersangkutan kita jerat dengan pasal tentang persetubuhan di bawah umur hingga menyebabkan hamil," jelasnya.

Terhadap kedua tersangka, Kapolres mengaku, akan menjerat dengan pasal-pasal yang terkait dengan terpidana anak. "Mereka berdua masih tergolong masih di bawah umur, sehingga pasal yang digunakan untuk menjerat mereka juga harus mempertimbangkan hal itu," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww