Askindo Pesimis Dana Pemerintah Bisa Tingkatkan Produksi Kakao

Askindo Pesimis Dana Pemerintah Bisa Tingkatkan Produksi Kakao
Rabu, 24 Januari 2018 03:08 WIB
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan) menganggarkan dana sebesar Rp 2,7 triliun pada tahun 2018 untuk benih dan pupuk tanaman perkebunan. Kakao pun menjadi salah satu komoditas perkebunan yang disasar pemerintah.

Meski pemerintah sudah menganggarkan dana untuk sektor perkebunan tersebut, namun Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) pesimistis hal tersebut dapat meningkatkan produksi kakao nasional.

Ketua Umum Askindo, Zulhelfi Sikumbang berpendapat, peningkatan produksi kakao sulit untuk dilakukan terlebih bila bantuan yang diberikan berupa benih dan pupuk. Menurutnya, program ini dapat disalahgunakan lantaran pengawasannya yang belum terjamin.

Zulhelfi bilang, untuk meningkatkan produktivitas kebun maka petani kakao harus dilatih supaya mandiri. ''Kalau ingin produksi meningkat, petani harus mandiri. Artinya, pemerintah cukup memberikan penyuluhan pada petani kakao. Masalahnya, tidak ada anggaran untuk penyuluhan,'' ujar Zulhelfi.

Menurut Zulhelfi, pada 2009-2012 sudah ada program gerakan nasional (gernas) kakao dengan dana hampir mencapai Rp 4 triliun. Namun, dia bilang, produksi kakao tidak kunjung meningkat.

Padahal, sudah ada sekitar 430.000 ha lahan yang termasuk dalam program gernas ini. ''Kalau sudah ada sekitar 430.000 ha yang di-replanting, dengan produktivitas 1 ton per ha, maka produksi dari lahan itu sudah ada 430.000 ha. Padahal luas lahan kakao kita sampai sekarang 1,1 juta ha, setidaknya produksi kakao minimal 650.000 ha,'' ujarnya.

Melihat kondisi ini, Zulhelfi memperkirakan produksi kakao tahun ini akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dia berpendapat, bila produksi kakao tahun 2017 hanya berkisar 320.000 ton, maka produksi tahun ini hanya 300.000 ton.

Sementara itu, Zulhelfi pun memandang kebutuhan industri atas kakao masih dapat terus terpenuhi lewat impor. Dia pun mengatakan jumlah impor kakao terus meningkat.

''Industri tidak masalah karena kebutuhannya masih dipenuhi impor. Kakao dari impor juga produktivitasnya lebih bagus dan ada aromanya, meskipun lebih mahal tetapi itu tidak masalah,'' ujar Zulhelfi.

Menurutnya, harga kakao di tingkat petani Indonesia saat ini berkisar Rp 23.000 per kg, sementara harga internasional Rp 25.000-26.000 per kg. Di pabrikan, harga kakao lokal sekitar Rp 27.000 per kg, sementara harga kakao impor sekitar Rp 30.000 per kg.

Bila harga kakao terus menurun, Zulhelfi memperkirakan akan memilih untuk beralih menanam komoditas lainnya. ''Petani di Indonesia kan mudah mengganti tanamannya. Kalau ada komoditas lain yang lebih menguntungkan, dia akan beralih ke komoditas itu,'' tambahnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kontan.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww