Tertimpa Genteng yang Runtuh Diguncang Gempa, 7 Siswa SMK di Cianjur Luka Parah

Tertimpa Genteng yang Runtuh Diguncang Gempa, 7 Siswa SMK di Cianjur Luka Parah
Sejumlah siswa terluka dalam kejadian gempa di Banten. (liputan6.com)
Selasa, 23 Januari 2018 20:21 WIB
JAKARTA - Gempa 6,1 skala Richter (SR) yang mengguncang Banten, Jawa Barat dan Jakarta, Selasa (23/1) siang, tak hanya menyebabkan banyak bangunan rusak, namun juga menyebabkan sejumlah korban luka-luka.

''Data sementara, ratusan rumah rusak akibat gempa Banten. Di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan,'' kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Sementara di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebanyak enam siswa luka berat dan dua siswa luka ringan. Mereka terluka setelah tertimpa genteng yang runtuh di SMK Tenggeung, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

''Juga terdapat 1 rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan 1 rumah rusak berat di Desa Pagermaneuh,'' imbuh dia.

Kerusakan akibat gempa Banten juga terlihat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk.

''Sebanyak 7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan. Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak,'' jelas Sutopo.

Aula Roboh

Sejumlah pelajar terluka dalam kejadian gempa di Banten. (Istimewa)

  Sementara di Pandeglang terdapat Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Meski demikian tidak ada korban jiwa.

''Di Banten terdapat 115 rumah rusak, 1 masjid rusak dan 1 puskesmas rusak,'' imbuh dia.

BPBD bersama unsur lainnya masih mendata dampak kerusakan akibat gempa 6,1 SR. Dampak kerusakan akan bertambah seiring dengan pendataan yang dilakukan.

Dia mengungkapkan, wilayah Selatan Jawa memang rawan gempa dan sepi terjadi gempa-gempa besar sehingga harus diwaspadai. Saat merasakan guncangan gempa, warga diminta segera keluar rumah atau mencari tempat-tempat yang aman.

''Masyarakat diimbau untuk tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan bahwa akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Iptek belum mampu memprediksi gempa secara pasti,'' kata dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww