PNS di Indonesia dengan Singapura Ternyata Beda Jauh, Disana Lebih 'Cair'

PNS di Indonesia dengan Singapura Ternyata Beda Jauh, Disana Lebih Cair
Selasa, 23 Januari 2018 11:07 WIB
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menyebut sistem Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia sangat jauh di bawah negara tetangga Singapura. Pasalnya, sistem PNS di Indonesia dinilai terlalu kaku dan kurang fleksibel. Salah satu contohnya adalah banyak PNS di Indonesia yang sulit untuk di rotasi (mutasi). Jangankan lintas lembaga, untuk internal kementerian saja banyak PNS yang enggan dipindahkan.

Hal tersebut justru berbanding terbalik jika dibandingkan dengan negara Singapura. Di sana sistem PNS begitu cair dan fleksibel.

''Sistem PNS di sana (Singapura) itu begitu cair jadi rotasi di sana begitu cair bahkan di kementerian sekalipun. Karena terus terang yang namanya mutasi antar kementerian mutasi antar eselon satu itu susahnya luar biasa kalau di Indonesia,'' ujarnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,Jakarta, Senin (22/1/2018).

Bahkan lanjut Bambang, di Singapura rotasi antar Kementerian dan swasta sangat lumrah terjadi. Sebagai contohnya dirinya menyebut di Singapura menjadi hal lumrah ketika seorang pegawai negeri sipil pindah kerja menuju perusahaan swasta seperti Bank UOB.

Sementara jika hal tersebut terjadi di Indonesia, maka pegawai tersebut akan diperlakukan sebagai layaknya anak durhaka. Karena ketika sudah keluar sebagai PNS, maka pegawai tersebut tidak diperkenankan untuk kembali lagi.

''Bukan hanya di kementerian, bahkan cair juga dengan swasta dan BUMN di Singapura sana itu. Jadi dia misalnya dulu deputi kementerian sekarang bisa saja sudah bukan kementerian misalnya di bank UOB misalnya. Kalau di kita suruh keluar lah atau jangan harap kalau keluar jangan harap bisa kembali. Itu masih terjadi,'' jelasnya.

Menurut Bambang sistem PNS yang cair seperti di Singapura justru memberikan dampak positif. Karena PNS di sana bisa mengembankan kemampuan yang dimilikinya.

''Saya pikir ini akan lebih bagus karena muter dibandingkan kita yang di situ-situ saja. Bahkan terkesan enggak mau dipindah rumah,'' kata Bambang

Sedangkan jika sistem PNS di Indonesia terus diterapkan maka para PNS justru tidak akan berkembang. Bahkan yang ada hanyalah senioritas yang merasa paling pintar.

''Kalau menurut saya ini (di Indonesia bukan pintar tapi mintari. Jadi saya lebih pintar karena saya sudah 20 tahun kamu baru satu tahun,'' ucapnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww