Keterlaluan, Irina Jual Keperawanan Putrinya yang Masih Berusia 13 Tahun Rp353 Juta

Keterlaluan, Irina Jual Keperawanan Putrinya yang Masih Berusia 13 Tahun Rp353 Juta
(tribunnews.com)
Selasa, 23 Januari 2018 20:01 WIB
MOSKOW - Wanita Rusia bernama Irina Gladikh pantas disebut ibu durhaka. Sebab, tega menjual keperawanan putrinya yang masih berusia 13 tahun. Irina menawarkan kegadisan putrinya kepada pria kaya seharga 1,5 juta rubel atau setara Rp 353 juta.

Dikutip dari liputan6.com yang juga juga mengutip dari laman Daily Mail, Selasa (23/1/2018), polisi telah menahan Irina Gladikh yang diketahui berprofesi sebagai agen real estat itu. Tak hanya Gladikh, polisi juga menahan seorang wanita lain.

Bersama wanita tersebut, Irina Gladikh membawa anaknya pergi ke Moskow, Rusia dari kota Chelyabinks. Rencananya, remaja bau kencur itu akan dijual kepada pria hidung belang dengan harga 1,5 juta rubel.

Hal ini disampaikan oleh pihak berwenang setelah menginterogasi wanita tersebut.

''Saat itu saya membawa anak saya untuk terbang ke Moskow hanya untuk mencari orang kaya yang ingin membeli keperawanannya,'' ujar Gladikh.

Gladikh sendiri ditangkap oleh polisi setelah dilakukan penggerebekan di sebuah restoran di kota tersebut.

Penangkapan bisa dilakukan karena pihak yang memesan adalah polisi. Anggota kepolisian menyamar menjadi pelanggan setelah sebelumnya transaksi dilakukan lewat media sosial.

Gladikh dan temannya ditangkap usai menerima uang tunai 1,5 juta rubel. Sementara sang ibu ditangkap, remaja itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Kasus Serupa

Pada tahun 2013, seorang ibu di Mumbai, India, ditangkap kepolisian setempat karena hendak menjual keperawanan anaknya kepada seseorang. Ibu yang tak disebutkan namanya itu tega melakukan hal itu kepada putrinya yang masih berusia 13 tahun tersebut dengan harga 100 ribu rupee atau sekitar Rp17 juta.

Sang ibu tidak bertindak sendirian. Ia dibantu seorang sopir bajaj untuk menawarkan si anak. Sopir itu pun kemudian kerap menawarkan bocah malang itu kepada penumpangnya.

Namun kebetulan, si penumpang ternyata seorang pekerja sosial di Harmony Foundation. Penumpang itu kemudian melaporkan si sopir bajaj dan ibu tersebut ke polisi. Aparat berwenang pun bertindak. Sopir dan ibu ditangkap.

''Dia bilang penumpang yang berminat boleh melakukan apa saja ke anak itu. Dia juga mengatakan bahwa bocah itu masih menstruasi dan baru akan dikirim setelah masa menstruasinya usai tiga hingga empat hari ke depan,'' tutur karyawan Harmony Foundation itu, seperti dimuat Times of India.

Petinggi kepolisian lokal Madan Ballal menyatakan sang ibu telah mengakui perbuatannya. ''Ia (si ibu) mengaku. Tapi kami belum tahu apakah suaminya mengetahui hal ini,'' kata Madan.

Menurut dia, saat ini sang gadis terguncang. Ia trauma dan shock berat. Karena itu, polisi akan mengirimnya ke tempat rehabilitasi untuk menemui psikolog.

''Ia murung, tak banyak bicara. Kami tidak ingin ia semakin trauma,'' ujar Madan.

Perempuan di India, baik itu dewasa maupun anak-anak, terus terancam pelecehan dan kejahatan seksual. Berdasarkan data pemerintah setempat, sekitar 244.279 kejahatan terhadap perempuan terjadi pada 2012. Angka ini meningkat drastis dibanding 2011.

Selain penjualan anak di bawah umur, tindak pemerkosaan pun kerap terjadi. Tidak hanya menimpa gadis lokal, tapi juga turis asing. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww