Bangladesh Akan Pulangkan Paksa Pengungsi Rohingya, Militer Ancam Rampas Kartu Jatah Makanan Bila Menolak

Bangladesh Akan Pulangkan Paksa Pengungsi Rohingya, Militer Ancam Rampas Kartu Jatah Makanan Bila Menolak
Sejumlah pengungsi perempuan Muslim Rohingya berebut makanan di kamp pengungsian Balukhali, Bangladesh, September 2017 lalu. (republika.co.id)
Senin, 22 Januari 2018 16:02 WIB
GUNGDUM - Pemerintah Bangladesh akan memaksa ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya pulang ke Myanmar. Sementara para pengungsi menolak dikembalikan ke Myanmar karena tidak adanya jaminan atas keselamatan mereka.

Dikutip dari dari republika.co.id, ketegangan meningkat pada Minggu di kamp-kamp yang menampung ratusan ribu Muslim Rohingya untuk dikirim kembali ke Myanmar. Puluhan pengungsi berdiri memegang spanduk kain yang menentang pemindahan mereka saat Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Yanghee Lee mengunjungi kamp-kamp di sepanjang perbatasan Bangladesh-Myanmar akhir pekan lalu.

Beberapa pemimpin pengungsi mengatakan bahwa perwira militer Bangladesh telah mengancam untuk merebut kartu jatah makanan mereka jika mereka tidak kembali.

Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pekan lalu, Myanmar akan menerima pengungsi Rohingya dari Bangladesh di dua pusat penerimaan, dan sebuah kamp sementara di dekat perbatasan bersama mereka mulai Selasa dan berlanjut dalam dua tahun ke depan.

Para pengungsi menolak untuk kembali, kecuali keselamatan mereka dapat dijamin, dan masyarakat Myanmar mengabulkan tuntutan mereka untuk diberi kewarganegaraan serta dimasukkan ke dalam daftar etnis minoritas yang diakui.

Mereka juga meminta agar rumah, masjid dan sekolah mereka yang dibakar atau rusak dalam operasi militer dibangun kembali.

Lebih dari 655.500 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah militer Myanmar melakukan kekerasan di bagian utara negara bagian Rakhine dalam menanggapi serangan militan terhadap pasukan keamanan pada 25 Agustus.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kegiatan tersebut sebagai pembersihan etnis Rohingya, yang disangkal oleh Myanmar.

Para tetua Rohingya mengatakan bahwa pejabat tentara Bangladesh telah memanggil atau bertemu mereka selama dua hari terakhir, meminta mereka untuk menyiapkan daftar keluarga dari kamp mereka untuk dipulangkan.

Empat dari mereka mengatakan bahwa mereka termasuk di antara lebih dari 70 pemimpin kamp -mewakili ribuan pengungsi- yang bertemu dengan perwira militer di kamp Gungdum pada Sabtu (20/1).

''Ketika kami mengatakan bahwa kami tidak dapat menyediakan daftar karena orang-orang belum siap untuk kembali, mereka meminta kami untuk membawa kartu WP mereka,'' ujar Musa, seorang pemimpin di kamp Gungdum, mengacu pada kartu bantuan yang diberikan oleh Program Pangan Dunia PBB.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Jokowi Kunjungi Pengungsi Muslim Rohingya di Coxs Bazar
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
wwwwww