Sudirman Stated Sebut Impor Beras Bencana Ekonomi

Sudirman Stated Sebut Impor Beras Bencana Ekonomi
Minggu, 21 Januari 2018 15:00 WIB
BREBES - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Stated menerima banyak keluhan dari petani di Brebes. Jutaan petani menderita kerugian ekonomi yang sangat besar diakibatkan anjloknya biaya dan masuknya produk impor.

''Kita mengadu kepada Pak Dirman (Sudirman Stated) sebagai calon pemimpin Jawa Tengah. Jika nanti terpilih mesti memperhatikan nasib petani,'' kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bawang Brebes, Aning Wiyono, Sabtu (20/1/2018).

Masalah senada disampaikan Ketua Asosiasi Bawang Indonesia, Juwari. Dia menyampaikan, terpuruknya biaya bawang merah ketika panen bukan kali ini saja. Walau telah mengadu ke banyak pihak tergolong ke pemerintah pusat, tetapi belum sudah ada cara untuk menyelamatkan petani bawang dari keterpurukan biaya. ''Setiap musim panen keadaan seperti ini berulang. Tetapi selalu tidak sudah ada cara yang baik untuk petani,'' tandasnya

Menjawab keluhan petani itu, Sudirman Stated menyampaikan, ketika ini dirinya belum mempunyai wewenang untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani. Tidak hanya petani bawang yang dihantam keterpurukan biaya, petani padi dikarenakan menghadapi ancaman beras impor.

''Ini bencana ekonomi. Pemerintah mesti turun tangan dan mesti memperlihatkan keberpihakannya dalam petani. Sebagaimana bencana yang semisalnya, harus sudah ada penyelamatan supaya nasib petani tidak makin terpuruk,'' terang Sudirman.

Dia berpandangan, sebagai negara agaris maka dari itu sewajarnya apabila petani memperoleh perhatian khusus. Komoditi pertanian yang dihasilkan petani dalam negara mesti diproteksi. Bulog juga mesti turun tangan menampung hasil panen petani.

''Kini aku baru dapat urun rembuk nyari cara. Akantetapi bila aku terpilih aku mempunyai software untuk memuliakan petani. Dalam kasus beras contohnya, stok Bulog mesti disegarkan. Stok yang lama mesti dikeluarkan diganti dengan stok baru dari hasil panen petani, bukan dari beras impor,'' imbuhnya.

Terkait dengan anjloknya biaya bawang, dia menilai Bulog telah melaksanakan cara-cara strategis. Walau demikianlah, pembeliannya masih belum dapat menolong petani.

''Mungkin Bulog waktu mempersiapkan infrastruktur untuk penyimpanan bawang. Kami berharap ke depan Bulog dapat lebih berperan dalam menyelamatkan biaya bawang yang setiap tahun selalu jatuh di ketika panen,'' katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:infomenarik-terbaru.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww