Taspen Targetkan 2,5 Juta Pensiunan PNS Miliki Smartcard dan tak Ada Lagi Antre di Bank

Taspen Targetkan 2,5 Juta Pensiunan PNS Miliki Smartcard dan tak Ada Lagi Antre di Bank
Sabtu, 20 Januari 2018 09:02 WIB
BOGOR - Direktur Perencanaan dan Pengembangan Teknologi Informasi PT Taspen (Persero) Faisal Rachman menyampaikan saat ini jumlah PNS yang memasuki usia pensiun di seluruh Indonesia menyentuh angka 2,5 juta. Dengan diperkenalkannya Taspen Smartcard pada Jumat (19/1/2018) ia berharap tidak ada lagi antrean panjang di instansi bank dalam mengambil uang pensiunan.

"Pensiunan sudah mencapai 2,5 juta. Itu target kita. Enrollment enam sampai delapan bulan ke depan sudah selesai," terang Faisal kepada wartawan di Bogor, Jumat (19/1/2018).

Faisal mengakui perlu adanya sosialisasi bagi mereka yang telah berumur maupun yang tinggal di wilayah infrastrukturnya masih minim. "Iya kami akan jemput bola tenaga kami yang akan turun. Yang dilakukan hanya dua yaitu iris mata dan voice recognition," imbuhnya.

Untuk mengimplementasikan layanan digital pembayaran pensiun ini PT Taspen menggandeng Telkom Group. Adapun teknologi melalui digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun ini meliputi pengembangan sistem New e-Dapem, dan penerapan Taspen Smartcard secara nasional di mitra bayar dengan menggunakan autentikasi online terpusat dengan berbasis data biometrik seperti sidik jari (fingerprint), perekaman wajah (face recognition), dan perekaman suara (voice recognition).

"Pemanfaatan teknologi dimaksud dapat dijadikan sebagai bentuk proof of life (pembuktian penerima pensiun masih hidup) yang dapat diakses melalui aplikasi mobile, yang dapat di-install pada smartphone (autentikasi mandiri/self authentication) penerima pensiun atau mitra bayar sehingga dapat mempermudah proses autentikasi agar lebih cepat, dan akurat," ujar CEO Telkomsigma Judi Achmadi.

Menurutnya, dinamisnya perkembangan teknologi mendorong Taspen guna memanfaatkan dan mempermudah autentikasi peserta dan juga mempermudah timnya dalam melakukan monitoring dan reporting terhadap penyelenggaraan pembayaran pensiun.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro mengatakan langkah ini akan mempermudah proses rekonsiliasi dan pelaporan, mempercepat layanan pensiun, penyajian laporan lebih cepat, dan terukur. Ini juga bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah dalam mengelola Dana Pensiun ASN sehingga meminimalisasi terjadinya fraud.

"Tidak hanya itu, kami pun memberikan nilai tambah melalui Taspen Smartcard yang berfungsi tidak hanya sebagai Kartu Identitas Pensiun, namun juga sebagai Kartu ATM dan Debit, dan program loyalty atau diskon pada merchants yang bekerja sama dengan Taspen maupun mitra bayar," terangnya.

Melalui sinergi BUMN antara Taspen dan Telkom Group ini, lanjut Iqbal, diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja dan benefit kedua perusahaan, tetapi sekaligus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia.

"Pemanfaatan teknologi ini tiga menit selesai. Tentunya ada nilai tambah baru dari smartcard. Setelah ini kita juga akan bekerja sama merchants lain yaitu kerja sama dengan PT KAI dan Trans Jakarta," tandasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:wartaekonomi.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww