Sedang Jualan Sempat-sempatnya Memadu Asmara di Kamar Kos, Lagi Gituan, Pasangan Ini Digrebek Warga

Sedang Jualan Sempat-sempatnya Memadu Asmara di Kamar Kos, Lagi Gituan, Pasangan Ini Digrebek Warga
Sabtu, 20 Januari 2018 02:00 WIB
BETUN - Sepandai-pandainya tupai melompat pasti terjatuh juga. Mungkin itulah pepatah yang pantas untuk pasangan selingkuh, FWS dan MSK warga desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah. Mereka digerebek warga saat memadu asmara.

Setelah lama menjalin hubungan terlarang secara sembunyi-bunyi akhirnya pasangan selingkuh tersebut berhasil ditangkap warga.

Keduanya diciduk warga saat keduanya tengah asyik memadu asmara dalam kamar kos milik FWS.

Mirisnya lagi, FWS memadu asmara disaat sang suami, NS tengah bekerja berjualan pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga mereka.

Usai diamankan warga, kedua pasangan selingkuh beda keyakinan tersebut langsung digiring ke kantor Polsek Malaka Tengah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Malaka Tengah, AKP Renaldi Hastomo yang dikonfirmasi pos kupang, Jumat ( 19/1/2018) membenarkan adanya kasus perzinahan tersebut.

Ia mengaku sudah mengambil keterangan dari para saksi dan juga kedua pelaku. Kedua pelaku tak membantah jika telah melakukan hubungan layaknya suami istri sesaat sebelum digrebek warga.

"Masyarakat sudah menaruh curiga terhadap kedua pasangan selingkuh ini. Makanya ketika melihat keduanya masuk ke kamar FWS dan langsung menutup pintu, warga langsung kompak bergerak untuk mengamankan keduanya. Keduanya tak bisa berkutik saat diamankan warga dan langsung digiring ke Polsek," ungkap Renaldi.

Selain memeriksa saksi dan pelaku, lanjut Renaldi, pihaknya juga melakukan visum kepada pelaku FWS dan ditemukan adanya sperma pada alat kelamin pelaku.

Ia menjelaskan, laporan terhadap kasus dugaan perzinahan tersebut sudah dicabut oleh suami FWS, NS karena ingin menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

"Suami FWS datang bersama keluarga besarnya dan sudah menarik laporannya. Beliu ingin menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Beliau nampak sangat terpukul dengan kejadian tersebut," ujar Renaldi.

Untuk diketahui, penangkapan pasangan selingkuh oleh warga desa Wehali tersebut terjadi pada, Kamis (18/1/2018) sore.

Penangkapan pasangan selingkuh tersebut sempat membuat heboh warga Desa Wehali. Puluhan warga desa Wehali nampak ikut menggiring pasangan selingkuh tersebut ke Polsek Malaka Tengah.

Untuk menertibkan tempat kos agar tidak menjadi tempat kumpul kebo dan tempat perzinahan, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran berencana akan melakukan razia dan penertiban kamar kos di wilayah seputaran kota Betun.

"Saya akan perintahkan Satpol PP dibantu teman-teman dari TNI-POLRI untuk melakukan razia dan penertiban kos-kosan," ungkap Bupati Malaka. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww