Mantap.., ATM Ini Bisa Mengeluarkan Beras untuk Dhuafa, Karya Alumni ITB Angkatan 80

Mantap.., ATM Ini Bisa Mengeluarkan Beras untuk Dhuafa, Karya Alumni ITB Angkatan 80
Sabtu, 20 Januari 2018 07:00 WIB
SEMARANG - Jika selama ini Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) mengeluarkan uang, namun di Kota Semarang ada mesin ATM yang mengeluarkan beras dan khusus untuk warga miskin.

Bertempat di Masjid Baiturrahman Semarang, mesin berkapasitas 240 kg beras itu diletakkan di sekretariat Ikatan Remaja Masjid Raya Baiturrahman Semarang (Ikamaba). Bentuknya mirip seperti mesin ATM dan vending machine.

Di bagian layar tertulis "ATM Beras Ikamaba, Beras gratis khusus untuk dhuafa". Cara kerjanya cukup dengan menyentuhkan kartu ke mesin dan akan keluar beras dari bagian bawah, tidak perlu menekan nomor pin.

Ketua Ikamaba, Asrul Sani mengatakan mesin tersebut buatan alumni ITB angkatan 80 bernama Budi Aji. Sedangkan alat yang berada di Masjid Raya Baiturrahman merupakan hibah Ir Teguh Trianung yang juga merupakan alumni ITB asal Semarang.

"Dihibahkan di Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Ini untuk pertama kalinya di Jateng, diresmikan Pak Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Ahhad kemarin," kata Asrul di Masjid Baiturrahman, Jumat (19/1/2018).

"Kebetulan mereka alumni ITB '80. Inovator aktif di Baiturrahman. Beliau menilai Baiturrahman ada di pusat Kota Semarang, tempat strategis," imbuhnya.

Mesin tersebut bisa disetting sesuai dengan hasil klarifikasi dari tim terhadap dhuafa calon penerima beras gratis. Mesin terhubung dengan jaringan nirkabel yang akan memberikan informasi kepada admin setelah kartu di"tap".

"Bisa tentukan penerima kartu nomor berapa ini butuh banyak, bisa keluar banyak. Misal janda tunggal kebutuhannya kan sedikit, bisa diatur," katanya.

Untuk awal penggunaan ini, panitia memberikan kartu ATM Beras kepada kaum dhuafa di sekitar Masjid dan yang menjadi pekerja di Masjid sebanyak 20 kartu. Tidak hanya sekedar memberikan beras, program ini juga diikuti dengan kegiatan masjid bagi penerimanya.

"Jadwal diatur sesuai pembinaan di Baiturrahman. Misal Jumat ada kajian wanita di sini, ibu-ibu ambil beras setelah kajian. Ahad Minggu pertama ada gerakan salat Subuh berjamaah, penerima manfaat bisa ambil setelah salat," terangnya.

Diharapkan jumlah penerima akan terus bertambah begitupun juga sumbangan beras dari donatur. Untuk awal kegiatan, beras disumbang oleh Wali Kota Semarang sebanyak 2 ton.

"Kita ada tim verifikasi jadi yang mendapatkan bisa tepat sasaran dan mau mendapatkan pembinaan," tandas Asrul.

Alat seharga kisaran Rp 29,5 juta itu memang bukan yang pertama kali di Indonesia, namun bagi Jawa Tengah, ATM Beras di Kota Semarang menjadi yang pertama kali. Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu juga memberikan apresiasi dan berharap bisa berkolaborasi.

"Tentu harapan kami ada sebuah kolaborasi tercipta, sehingga yang bergerak untuk Kota Semarang bukan hanya pemerintah saja, masyarakat yang inisiasi, Pemerintah Kota Semarang akan mendukung penuh," kata Hendi.

Pengoprasian ATM Beras untuk pertamakalinya itu membuat penasaran warga sekitar dan banyak yang menyaksikan. Alat tersebut memang cukup efektif karena mempercepat jalannya antrean sehingga tidak perlu menunggu lama mendapat giliran. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww