Bitcoin Merosot, Investor Harus Siap Kehilangan Uang

Bitcoin Merosot, Investor Harus Siap Kehilangan Uang
Rabu, 17 Januari 2018 20:04 WIB
JAKARTA - Aksi jual memukul performa cryptocurrency pada Selasa (16/1/2018), dengan harga bitcoin merosot sebesar 25%, seiring dengan meluasnya wacana  tindakan tegas yang diambil sejumlah pihak regulator. Meski mengalami penurunan sebesar 25% ke US$10.338 pada pukul 16.37 sore waktu New York, harga bitcoin masih berada di kisaran level terendah sejak awal Desember 2017, menurut harga komposit di Bloomberg.

Saat bitcoin menghentikan relinya, mata uang digital papan atas lainnya juga ikut jatuh, dengan ripple yang merosot sebanyak 40% dan ethereum turun 26%.

Dilansir Bloomberg, spekulan di seluruh dunia saat ini berupaya mencari tahu kapan atau bagaimana pihak regulator dapat mengendalikan industri yang telah terdesentralisasi dan memperoleh sebagian besar nilainya dari kepemilikan anonim tersebut.

Di Korea Selatan, Menteri Keuangan Kim Dong-yeon menyatakan bahwa penutupan bursa pertukaran cryptocurrency masih menjadi pilihan. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan itu harus terlebih dahulu melalui diskusi yang serius di antara kementerian.

''Menteri keuangan mempertegas bahwa mereka pasti mempertimbangkan untuk melarang perdagangan cryptocurrency, dan [Korsel] mungkin merupakan pasar terbesar ketiga,'' kata Neil Wilson, senior market analyst di London untuk platform perdagangan online ETX Capital.

''Berita tersebut memukul harga dan sentimen yang lebih luas, menyusul langkah China untuk menutup tambang [mining untuk cryptocurrency],'' tambahnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (17/1/2018).

China, yang pertama kali mulai menargetkan industri tersebut tahun lalu, dikabarkan meningkatkan tekanannya terhadap perdagangan cryptocurrency, terutama platform online dan aplikasi mobile yang menawarkan layanan seperti bursa pertukaran.

''Kami telah mendengar kabar bahwa Korea Selatan, China, dan Jepang telah mempertimbangkan langkah untuk membuat peraturan,'' kata Wilson, seraya menyebutkan tantangan lain yang datang dari Senat A.S.

''Sepertinya sentuhan yang memungkinkan booming cryptocurrency akan meledak mungkin akan segera berakhir.''

Menurut Mati Greenspan, senior market analyst untuk platform mata uang eToro, aktivitas perdagangan yang lebih kecil dari biasanya di Korea Selatan dan Jepang mungkin telah berdampak pada pergerakan cryptocurrency di Asia pada hari Selasa.

Perdagangan Bitcoin dalam won Korea mencapai sekitar 3,3% dibandingkan dengan lebih dari 10% yang dicapai pada beberapa hari selama dua pekan terakhir, menurut data cryptocompare.com.

''Investor harus siap untuk kehilangan semua uang mereka pada bitcoin,'' menurut Steven Maijoor, chairman European Securities and Markets Authority (ESMA), dalam sebuah wawancara di TV Bloomberg di Hong Kong.

''[Bitcoin] memiliki nilai yang sangat fluktuatif, yang merongrong penggunaannya sebagai mata uang. Mata uang digital ini juga tidak diterima secara luas,'' tambahnya.

ESMA, institusi regulator finansial Uni Eropa yang berkantor di Paris, sendiri disebutkan telah memperingatkan investor ritel terhadap initial coin offerings (ICO) pada bulan November dan terus memantau perkembangan cryptocurrency. ***

loading...
Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bisnis.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww