Protes Kenaikan Harga Barang, 600 Warga Tunisia Ditangkap

Protes Kenaikan Harga Barang, 600 Warga Tunisia Ditangkap
Aksi demo warga Tunia. (merdeka.com)
Jum'at, 12 Januari 2018 17:35 WIB
JAKARTA - Aparat keamanan Tunisia menangkap 600 warga yang melakukan aksi turun ke jalan memprotes melambungnya harga barang dan terus membesarnya angka pengangguran.

Dikutip dari merdeka.com, aksi turun ke jalan dilakukan rakyat Tunisia di sejumlah kota dan desa ramai-ramai turun ke jalan sejak tiga hari lalu.

Reuters melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan 330 lainnya ditangkap dalam semalam. Sejak awal pekan hingga kemarin sudah 600 orang ditahan.

The Guardian menyebut bentrokan antara pendemo dan aparat terjadi di sedikitnya 20 kota. Militer dikerahkan ke berbagai kota, pengunjuk rasa memblokir jalan, melempar batu dan membakar.

Dilansir dari laman National Public Radio, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Khalifa Chibani mengatakan kepada kantor berita TAP, sedikitnya 58 anggota aparat keamanan terluka dan 57 mobil polisi dirusak.

Dia juga menuturkan pendemo yang ditangkap adalah mereka yang mencuri, menjarah dan membakar toko-toko.

Polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata di Ibu Kota Tunis dan Kota Tebourba.

Demo kecil berawal pada Ahad lalu dan membesar keesokan harinya setelah seorang pengunjuk rasa tewas di Tebourba. The Guardian melaporkan polisi mengaku tidak membunuh pendemo itu dan menyebut dia punya masalah pernapasan.

Sejak awal Januari pemerintah menaikkan sejumlah harga barang untuk menekan angka defisit. Reuters menyebut harga bahan bakar, sumbangan uang pensiun, pajak mobil, ponsel, internet, hotel semuanya naik.

''Demo ini menentang naiknya biaya hidup," kata seorang pendemo di Tunis kepada BBC. "Biaya obat naik, semuanya naik, sementara gaji tetap. Menurut saya sekarang bukan waktu yang tepat menaikkan harga.''

Lembaga Dana Keuangan Internasional (IMF) memberi pinjaman sebesar USD 2,9 miliar kepada Tunisia pada 2015 dengan syarat pemerintah harus menekan defisit anggaran.

Tunisia menjadi negara pertama terjadinya gerakan Musim Semi Arab pada 2011 dan dianggap sebagai negara yang relatif demokratis dan sukses dengan gerakan itu. Demo besar-besarkan ketika itu membuat diktator Zine al-Abidin Ben Ali lengser.

Namun sejak itu Tunisia mengalami sembilan kali pergantian pemerintahan sementara masalah ekonomi terus memburuk.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww