Pengacara Booking Kamar VIP RS Medika Permata Hijau Satu Lantai Sebelum Novanto Kecelakaan, KPK Miliki Buktinya

Pengacara Booking Kamar VIP RS Medika Permata Hijau Satu Lantai Sebelum Novanto Kecelakaan, KPK Miliki Buktinya
Setya Novanto saat menginap di RS Permata Hijau setelah kecelakaan yang diduga disengaja beberapa waktu lalu. (tribunnews.com)
Jum'at, 12 Januari 2018 08:44 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki bukti kuat adanya booking (pemesanan) kamar VIP RS Medika Permata Hijau satu lantai oleh pengacara tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto, Fredrich Yunadi, sebelum Novanto kecelakaan.

KPK sudah menetapkan Fredrich sebagai tersangka terkait dugaan merintangi penyidikan atau obstruction of justice terhadap tersangka kasus korupsi e-KTP tersebut.

''Sebelum kecelakaan tersebut kami mendapat informasi ada pemesanan atau rencana booking kamar sampai dengan satu lantai untuk VIP. Meskipun tidak semuanya bisa didapatkan, ada 3 (kamar) yang didapatkan pada akhirnya,'' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/1), seperti dikutip dari merdeka.com.

''Yang pasti itu sebelum kecelakaan itu terjadi. Direncanakan booking kamar sebanyak satu lantai di RS tersebut, untuk digunakan sekitar pukul 21.00 WIB. Ada telepon yang menghubungi pihak RS,'' tambahnya.

Menurutnya, KPK telah memiliki bukti kuat atas dugaan booking satu lantai dan pemesanan kamar tersebut yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi bekerja sama dengan pihak RS Medika Permata Hijau.

''Sudah ada koordinasi sebelumnya. Diduga FY sudah datang ke rumah sakit untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan kami sudah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup bahwa ada dugaan kerja sama untuk menghalang-halangi penyidikan perkara,'' ujar Febri.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww