Tujuh Bulan Setelah Meninggal, Sakorn Pulang ke Rumah, Keluarga Sempat Menyangka Hantu

Tujuh Bulan Setelah Meninggal, Sakorn Pulang ke Rumah, Keluarga Sempat Menyangka Hantu
Sakorn Sacheewa. (kompas.com)
Kamis, 04 Januari 2018 18:50 WIB
BANGKOK - Seorang pria di Thailand membuat keluarganya terkejut dan ketakutan karena menyangkanya hantu. Sebab, pria bernama Sakorn Sacheewa (44) asal provinsi Si Ka Ket itu pulang ke rumah setelah jenazahnya dikremasi tujuh bulan sebelumnya.

Dikutip dari kompas.com, Sakorn Sacheewa kembali ke kediamannya setelah dua tahun bekerja di sebuah kapal pencari ikan di bagian lain negeri itu.

Selama bekerja, Sakorn tak pernah menghubungi keluarganya, sehingga dia memang tak berharap disambut hangat keluarganya, tetapi diperlakukan sebagai hantu tak pernah terlintas di benak pria ini.

Namun, itulah yang terjadi saat Sakorn pulang ke kediamannya pada 17 Desember lalu. Seluruh keluarga menyentuh tubuhnya untuk memastikan bahwa pria itu benar-benar hidup.

Akhirnya Sakorn mengetahui bahwa tujuh bulan lalu dirinya sudah ''meninggal dunia''. Kok bisa?

Pada Mei tahun lalu, keluarga Sakorn dihubungi kepolisian dari Nang Leong, tempat pria itu bekerja. Mereka mendapat kabar Sakorn meninggal dunia akibat masalah pencernaan.

Polisi lalu meminta keluarga Sakorn datang ke Nang Leong untuk mengidentifikasi dan membawa pulang jenazah pria itu.

Keluarga pergi ke Bangkok untuk mendapatkan surat kematian sebelum membawa pulang jenazah Sakorn dariRS Universitas Navamindhiraj.

Jenazah tersebut sebenarnya sudah sulit dikenali, tetapi sepupu Sakorn, Nakornai Pimklang (33) bentuk gigi jenazah tersebut tak sama dengan milik Sakorn yang kehilangan dua gigi depannya.

Dia menyampaikan hal tersebut ke petugas rumah sakit, yang tetap memerintahkan keluarga Sakorn membawa jenazah itu. Akhirnya mereka membawa jenazah tersebut ke Si Ka Ket dan menggelar ritual agama selama tiga hari sebelum melakukan kremasi.

Sementara itu, tanpa mereka ketahui, Sakorn yang asli masih hidup, sehat, dan tetap bekerja di Nang Leong.

Di pertengahan Desember, Sakorn memutuskan berhenti bekerja dan kembali ke kampung halamannya tanpa menyadari kepulangannya akan amat mengejutkan keluarganya.

Setelah mendengar kabar kematiannya, Sakorn bercerita bahwa seorang rekan kerjanya yang berasal dari Myanmar mencuri KTP miliknya dan menghilang.

Sakorn kemudian hanya melapor ke pihak berwenang bahwa dia kehilangan KTP dan langsung mendapatkan yang baru dari pemerintah setempat.

Kini masalah Sakorn adalah mengurus ''kebangkitannya'' dari kematian ke badan kependudukan yang sudah menyatakan secara resmi dia meninggal dunia tujuh bulan lalu.

Polisi juga menghadapi masalah tak kalah pelik yaitu mengungkap identitas pria yang dikremasi keluarga Sakorn tujuh bulan lalu. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww