Komisi ASN: Pemerintah Harus Kurangi Besar-besaran PNS Jabatan Fungsional Umum dan Administrasi

Komisi ASN: Pemerintah Harus Kurangi Besar-besaran PNS Jabatan Fungsional Umum dan Administrasi
Ilustrasi PNS upacara. (int)
Selasa, 26 Desember 2017 16:48 WIB
JAKARTA - Pemerintah harus mengurangi besar-besaran jumlah PNS (pegawai negeri sipil) jabatan fugsional umum administrasi.

Saran tersebut disampaikan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ''Jabatan fungsional umum dan administrasi harus dikurangi besar-besaran,'' tegas Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Irham Dilmy saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Selasa (26/12/2017).

Setelah dilakukan pengurangan besar-besaran jumlah PNS jabatan umum dan administrasi, kata Irham, selanjutnya pemerintah menggantinya dengan jabatan yang mendukung program pemerintah atau Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menunjukkan, dari sekitar 4,3 juta PNS di Indonesia, sekitar 1,7 juta merupakan tenaga administrasi.

''Jabatan fungsional umum dan administrasi tidak jelas arah tujuan dan keahliannya. PNS kan bukan memberi lapangan kerja tapi memberi pelayanan umum,'' Irham menambahkan.

Menurutnya, pemerintah harus memiliki patokan sektor prioritas mana saja yang menjadi prioritas di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Setelah dipetakan, ditentukan kebutuhan posisi atau jabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mendukung program prioritas tersebut.

''Pendidikan salah satunya. Kita kekurangan tenaga pendidik,'' ujar Irham.

Dirinya menilai, sektor pendidikan jangan disamakan dengan sektor atau bidang lainnya. ''Guru terus dijadikan alat politik dan dimutasi ke bidang-bidang non pendidikan, sehingga kita terus menerus kekurangan guru,'' tuturnya.

Selain itu, diakui Irham, jabatan penting lainnya yang harus dibuka pemerintah dalam setiap penerimaan CPNS setiap tahun adalah tenaga kesehatan.

''Dokter spesialis. Pada PNS jabatan ini misalnya diberikan keistimewaan fasilitas agar tidak menumpuk di kota-kota besar saja. Jadi perlu mindset atau pola pikir yang adjustable, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kontekstual,'' tandas Irham. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww