Jenderal Myanmar Dalang Pembantaian Muslim Rohingya Disanksi AS

Jenderal Myanmar Dalang Pembantaian Muslim Rohingya Disanksi AS
Jenderal Maung Maung Soe, dalang pembantaian Muslim Rohingya. (tribunnews.com)
Jum'at, 22 Desember 2017 19:54 WIB
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi Jenderal Maung Maung Soe, dalang pembantaian terhadap Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Dikutip dari merdeka.com yang juga melansir dari laman Reuters, Jumat (22/12), pada 22 November lalu pemerintah Amerika Serikat menyatakan kalau operasi militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine adalah pembersihan etnis terhadap orang-orang Rohingya.

Jenderal Maung Maung Soe memimpin operasi itu, mengakibatkan 650 ribu orang Rohingya mengungsi ke wilayah perbatasan Bangladesh.

''Pemerintah AS mengambil keputusan itu setelah memeriksa sejumlah bukti terkait kegiatan Maung Maung Soe, Yaitu antara lain eksekusi di tempat, pelecehan seksual dan penangkapan tanpa dasar hukum, serta pembakaran terhadap perkampungan orang-orang Rohingya," demikian pernyataan disampaikan oleh Kementerian Keuangan Amerika Serikat.

November lalu Angkatan Darat Myanmar menyangkal seluruh tuduhan tentang persekusi dan pembantaian terhadap etnis Rohingya.

Mereka juga memutasi Jenderal Maung Maung Soe ke bagian lain tanpa alasan jelas. Posisinya kini diisi oleh Brigjen Soe Tint Naing.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan menjatuhkan sanksi kepada Maung Maung Soe berdasarkan Undang-Undang Magnitsky, atau biasa disebut Global Magnitsky.

AS bisa membekukan aset berada di wilayah hukum AS, melarang individu hingga kelompok usaha menjalin hubungan bisnis, serta mencegah mereka menggunakan fasilitas keuangan di dunia.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah Myanmar belum memberikan tanggapan soal sanksi itu.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww