Golkar Cabut Dukungan ke Emil, JK Berikan Kritikan Pedas

Golkar Cabut Dukungan ke Emil, JK Berikan Kritikan Pedas
Jusuf Kalla. (merdeka.com)
Selasa, 19 Desember 2017 15:24 WIB
JAKARTA - Partai Golkar di bawah kepemimpinan ketua umumnya yang baru, Airlangga Hartarto, mencabut dukungan terhadap pasangan Ridwan Kamil (Emil) dan Daniel Muttaqien di Pilkada Jawa Barat 2018. Sebelumnya, Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto sempat memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien.

Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla, mengkritik pedas pencabutan dukungan Golkar terhadap Ridwan Kamil tersebut.

JK mengingatkan, langkah Golkar itu bisa berdampak pada kredibilitas partai. ''Kalau Golkar sudah keluarkan rekomendasi (lalu) suka mengubah, orang (nanti) tidak (menghormati keputusan Golkar). (Warga pasti berpikir) Eh nanti ubah lagi, jadi jangan selalu begitu. Itu nanti kredibelnya (negatif),'' kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (19/12), seperti dikutip dari merdeka.com.

''Sama saja kalau tiap kali saya buat surat, besok ubah lagi. (Orang berpikir) Lama-lama surat wapres ubah lagi. Itu tidak kredibel namanya,'' imbuh dia.

Oleh karena itu, JK berpesan kepada Golkar agar mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan. Jika ingin mencabut dukungan, maka harus dengan alasan yang rasional dan baik.

''Ya selayaknya kalau mau dicabut (dukungan) harus dengan alasan yang betul-betul baik,'' ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekjen Golkar Idrus Marham di Rapimnas Golkar, JCC, Jakarta, Senin (18/12) mengatakan alasan mendasar Golkar mencabut dukungan bagi Ridwan Kamil adalah karena persoalan konvensi dalam memilih calon wakilnya.

''Memang ada sebuah proses kemarin yang dilakukan karena tadinya itu DPP Golkar berpikir bahwa pasangan calon yang kita usulkan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien itu adalah final dan karena itu tidak ada lagi proses politik lain. Ternyata menurut informasi yang ada dan setelah kita cek itu ada konvensi dilakukan dari beberapa partai yang ada bahkan ada nama baru yang masuk,'' kata Idrus.

Idrus juga mengatakan, keputusan pencabutan dukungan itu telah dibicarakan dengan seksama bersama ketua umum Golkar baru yakni Airlangga Hartarto. Setelah pertemuan itu kemudian diputuskan untuk mencabut dukungan.

''Kemarin setelah melakukan pertemuan khusus kemudian diambil keputusan itu,'' ujar dia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww