Wabah Difteri Serang 95 Kabupaten/Kota di 20 Provinsi, Ini Penyebabnya

Wabah Difteri Serang 95 Kabupaten/Kota di 20 Provinsi, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. (detik.com)
Sabtu, 09 Desember 2017 07:31 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Subuh, mengatakan, menurut laporan yang diterima Kemenkes, hingga November 2017, wabah difteri sudah menyerang 95 kabupaten/kota di 20 provinsi di Indonesia.

''Saya baru saja perjalanan darat dari Kalimantan Timur ke Kalimantan Tengah. Yang ditemukan adanya laporan difteri yang kriterianya belum diimunisasi sama sekali. Itu yang paling besar,'' kata Subuh, di Jakarta Pusat ditulis Selasa (5/12/2017) lalu.

Faktor kedua, sudah mendapatkan imunisasi tapi tidak lengkap. Faktor ketiga, terjadi padahal sudah imunisasi lengkap.

''Nah, inilah yang kita evaluasi. Apakah kualitasnya sudah benar, penyimpanan sudah benar, cara pemberian sudah benar. Ini harus dievaluasi,'' kata Subuh.

Difteri merupakan penyakit yang mudah menular. Padahal, penyakit yang gejalanya mirip ISPA ini bisa dicegah dengan imunisasi.

Subuh menerangkan imunisasi difteri termasuk imunisasi wajib yang sudah dilakukan sejak 30 tahun lalu. Seorang bayi berusia enam bulan harus sudah selesai imunisasi difteri. Lalu diulang saat SD.

Vaksin untuk imunisasi difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Imunisasi difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi (di bawah 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan.

Selanjutnya, diberikan Imunisasi Lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib; pada anak sekolah tingkat dasar kelas-1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas-2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas-5 diberikan 1 dosis vaksin Td.

Keberhasilan pencegahan difteri dengan imunisasi sangat ditentukan oleh cakupan imunisasi, yaitu minimal 95 persen. 

Mewabahnya penyakit difteri telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa oleh Kemenkes. Sudah lebih dari 400 kasus yang dilaporkan dengan korban meninggal mencapai puluhan orang.

Total kasus yang sudah dikonfirmasi kurang lebih ada 400 kasus. Tiga provinsi dengan kasus terbanyak adalah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. Upaya Outbreak Response Immunization (ORI) atau pemberian vaksin di daerah terdampak pun sudah dilakukan.

Pencegahan difteri yang paling efektif adalah dengan imunisasi. Imunisasi difteri masuk kategori imunisasi wajib yang sudah diterapkan selama 30 tahun.

Di tahun 2016, Indonesia bahkan tercatat sebagai penyumbang angka kasus terbesar kedua setelah India.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww