Hamas Ingatkan, Donald Trump Akan Sesali Keputusannya

Hamas Ingatkan, Donald Trump Akan Sesali Keputusannya
Suasana Dome of The Rock di kompleks Al Aqsa, Yerusalem, Palestina beberapa waktu lalu. (republika.co.id)
Jum'at, 08 Desember 2017 08:28 WIB
GAZA - Hamas (Gerakan Perlawanan Islam) mengingatkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan menyesali keputusannya mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

''Trump akan menyesali keputusan ini,'' kata Haniyeh, sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (7/12) malam. Ia menegaskan ''integritas Jerusalem bukan hanya Yerusalem Barat atau Timur''.

Pada Kamis, Hamas menyerukan intifadah (perlawanan rakyat) terhadap pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Seruan tersebut dikeluarkan di tengah demonstrasi massa yang melanda seluruh Tepi Barat Sungai Jordn, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur.

''Besok akan menjadi hari kemarahan rakyat dan peluncuran perlawanan di bawah nama Intifadah Kebebasan Jerusalem,''' kata pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, selama pidato terbuka.

Ia kembali menegaskan bahwa Jumat akan menjadi awal gerakan baru untuk memerangi rencana pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem.

Haniyeh juga menyerukan pertemuan umum Palestina guna membahas situasi saat ini dan mencapai kesepakatan mengenai politik Palestina pada masa depan.

Pemimpin Hamas tersebut, yang menggambarkan pengakuan AS sebagai titik balik dalam sejarah masalah Palestina, menekankan bahwa Yerusalem selalu telah menjadi sumber kemenangan, awal revolusi dan titip awal intifadah.

Ia juga kembali menyatakan Hamas takkan pernah mengakui keabsahan pendudukan Israel atas Wilayah Palestina. Pada Rabu, Trump secara resmi mengumumkan pengakuannya atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan keinginannya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pengumuman Trump memicu gelombang kemarahan dan kegeraman di kalangan rakyat Palestina. Berbagai kekuatan politik dan faksi Palestina mengumumkan pemogokan umum di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Jerusalem Timur, sementara sebagian pemrotes di Jalur Gaza membakar bendera AS dan gambar Trump.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co,id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Protes Keputusan Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Ratusan Muslim Shalat Jumat di Depan Gedung Putih
GoSumbar.com AS Belum Akan Pindahkan Kedubes ke Yerusalem Tahun Depan
GoSumbar.com Perang Pecah di Gaza Beberapa Jam Setelah Donald Trump Umumkan Yerusalem Ibu Kota Israel
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
wwwwww