Pembebasan 344 Sandera di Papua Dilakukan di Tengah Baku Tembak

Pembebasan 344 Sandera di Papua Dilakukan di Tengah Baku Tembak
(sindonews.com)
Jum'at, 17 November 2017 17:48 WIB
JAKARTA - Aparat TNI dan Polri berhasil menyelamatkan 344 warga pendatang yang disandera kelompok bersenjata di dua desa di Mimika, Papua, Jumat (17/11). Penyelamatan ratusan sandera tersebut berlangsung di tengah baku tembak antara aparat TNI dan Polri dengan kelompok bersenjata.

''Sudah. Alhamdulillah operasi TNI-Polri sudah berhasil selamatkan pendatang yang disandera sebanyak 344 orang, 23 diantaranya anak-anak,'' kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam pesannya kepada detikcom, Jumat (17/11/2017).

Operasi pembebasan sandera tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.38 WIT pagi tadi. Operasi dipimpin langsung Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar dan Asisten Bidang Operasi Polri Irjen M Iriawan.

''Semua sandera selamat dan petugas TNI-Polri juga selamat,'' imbuh Tito.

Tito menyampaikan, tim TNI dan Polri akan terus mengevakuasi warga yang diisolir. Tim masih bekerja di lapangan untuk menyelamatkan warga di Kampung Banti Utikini dan Kemberly, Mimika, Papua.

Secara terpisah, Karo Penmas Divisi Humams Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, dari 344 warga yang diselamatkan itu, diantaranya 150 warga Kimberly (104 warga laki-laku, 32 perempuan dan 14 anak-anak).

Sementara warga pendatang di Kampung Longsoran yakni 153 laki-laki (1 Orang asli Papua), 31 perempuan dan 10 anak-anak (8 dewasa dan 2 anak asli Papua).

Rikwanto mengatakan, dalam proses evakuasi ini terjadi penembakan oleh KKB terhadap tim. Akan tetapi, seluruh tim dipastikan dalam kondisi selamat.

''Proses evakuasi tetap berjalan secara bertahap, jumlah hasil evakuasi dan lain-lain nanti kami sampaikan lagi. Rombongan pertama masyarakat yang dievakuasi telah sampai di Mapolsek Tembagapura dengan selamat,'' ujar Rikwanto.

Berikut kronologi pembebasan warga yang disandere kelompok bersenjata di Mimika:

Pukul 09.30 WIT

Aparat gabungan TNI-Polri yang dipimpin Komandan Satgas Brimob Papua berhasil mencapai Desa Kimberli, Banti. Disusul kedatangan Kapolda, Pangdam dan Asops Kapolri.

Pukul 11.00 WIT

Proses evakuasi masyarakat yang disandera berjalan sampai pukul 12.00 WIT.

Pukul 12.00 WIT

Saat proses evaluasi, terjadi penembakan yang dilakukan oleh KKB. Namun tak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat serangan tersebut.

Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto melalui pesan singkatnya melaporkan perkembangan hingfa pukul 15.00 WIT sore.

''Warga masyarakat sudah diamankan di sporthall Tembagapura adapun hasil,'' ujar Setyo dalam pesan tertulisnya, Jumat (17/11).

Setyo melaporkan, jumlah warga sipil yang berhasil dievakuasi aparat adalah 344 orang. Warga tersebut berasal dari Desa Kimbeli dengan rincian laki-laki sebanyak 104 orang, perempuan 32 orang dan anak-anak 14 orang.

Sedangkan, yang dievakuasi dari sekitar longsoran terdiri dari laki-laki sebanyak 153 orang, perempuan 31, anak-anak 10 orang (delapan anak papua dan dua bayi).

Polri dan TNI melakukan evakuasi bersama dengan berjalan kaki. Hal ini dilakukan karena akses jalan dirusak oleh KKB. Sehingga, evakuasi dilakukan secara bertahap.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com dan republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww