Ratusan Alumni Kanisius Walk Out Saat Anies Berpidato, Romo Magnis: Menunjukkan Permusuhan dan Penghinaan

Ratusan Alumni Kanisius Walk Out Saat Anies Berpidato, Romo Magnis: Menunjukkan Permusuhan dan Penghinaan
Romo Magnis Suseno. (merdeka.com)
Selasa, 14 November 2017 13:22 WIB
JAKARTA - Rohaniawan Romo Magnis Suseno mengecam aksi walk yang dilakukan Ananda Sukarlan dan ratusan alumni Kolese Kanisius lainnya saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato pada peringatan satu abad Kolese Kanisius.

Franz Magnis-Suseno menyebut tindakan itu memalukan. Romo Magnis, panggilan akrabnya, menilai panitia HUT Kanisius tak salah mengundang Anies Baswedan.

''Namun apa yang terjadi kemudian - bukan salah Panitia! - menurut saya memalukan dan sangat saya sesalkan. Yaitu, begitu Gubernur bicara, sebagian besar hadirin, mengikuti Bapak Ananda Sukarlan, meninggalkan ruang,'' tulis Romo Magnis dikutip merdeka.com, Selasa (14/11).

''Andai kata Gubernur mengatakan sesuatu yang tidak senonoh/jahat/menghina, walk out dapat dibenarkan. Tetapi walk out kemarin menunjukkan permusuhan terhadap pribadi Gubernur merupakan suatu penghinaan publik. Kok bisa? Di negara mana pun, di luar pertemuan polltik, hal itu jarang terjadi.''

Saya kutip Saudara Abdillah Toha: apakah, dengan kejadian ini diviralkan, ''justru tidak menjadi counter productive dan akan mempertajam permusuhan di negeri yang sudah rentan intoleransi itu?''

Romo Magnis menambahkan pidato Anies soal pribumi kemarin memang menuai polemik. Namun dia meminta publik memberi kesempatan bagaimana Anies memimpin Jakarta sebelum menghakimi secara dini.

Dia sangat menyayangkan sebagian peserta menggunakan kesempatan seratus tahun Kanisius untuk menunjukkan permusuhan terhadap Gubernur DKI.

''Saudara Ananda Sukarlan berhak menolak Anies. Sebagai seorang Muslim ia tidak perlu dicurigai bersikap sektarian. Namun saya tetap tidak dapat menyetujui kelakuannya. Tamu harus dihormati, tamu datang karena diundang panitia, maka semua yang ikut undangan panitia, harus menghormati tamu pun pula kalau secara pribadi tidak menyetujuinya. Silahkan panitia dikritik. Tetapi menginisiasikan suatu demonstrasi penghinaan terbuka terhadap Gubernur DKI saya anggap penyalahgunaan kesempatan.''

Sementara itu Ananda Sukarlan mengaku tak ada muatan politis dalam aksinya kemarin. Dia menyebut itu sebagai kritik almamaternya untuk lebih selektif mengundang tamu di masa depan. Ananda menilai cara-cara yang digunakan Anies untuk memenangkan Pilgub DKI Jakarta kemarin tiak fair.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww