Dituntut Jaksa 8 Tahun, Miryam Hanya Divonis Hakim Tipikor 5 Tahun

Dituntut Jaksa 8 Tahun, Miryam Hanya Divonis Hakim Tipikor 5 Tahun
Terdakwa pemberi keterangan palsu Miryam S Haryani mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/10). (republika.co.id)
Senin, 13 November 2017 13:29 WIB
JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Miryam S Haryani.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Sebelumnya jaksa menuntut Miryam dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.

''Terbukti secara sah melakukan tindakan pidana sengaja memberilan keterangan tidak benar. Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun denda 200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti kurungan pidana selama 3 bulan,'' ujar Ketua Majelis Hakim Franky Tambuwun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/11), seperti dikutip dari republika.co.id.

Majelis hakim menilai dakwaan  JPU KPK sebagaimana dalam Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP telah terpenuhi.

Menurut majelis hakim, Miryam  terbukti menerima uang dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP-el dan menilai pengakuan Miryam yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) adalah keterangan yang sesungguhnya. ''Bantahan terdakwa tidak punya alasan hukum,'' kata Hakim Anwar.

Karena, keterangan Miryam yang membantah menerima uang berbeda dengan pengakuan dua terdakwa KTP-el Irman dan Sugiharto, dan dua saksi staf di Ditjen Dukcapil Kemendagri, Yosep Sumartono ataupun saksi Vidi Gunawan, yang menyatakan Miryam menerima aliran dana proyek KTP-el yakni  500 ribu dollar AS, 100 ribu dollar AS, Rp5 miliar dan Rp1 miliar yang  diantar oleh Sugiharto ke rumah terdakwa.

Majelis hakim juga menilai, Miryam tidak mendapatkan tekanan ataupun ancaman saat diperiksa  oleh tiga penyidik KPK, Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan M Irwan Susanto. Baik saat diperiksa di KPK pada 1 Desember 2016, 7 Desember 2016, 14 Desember 2016 dan 24 Januari 2017.

''Keterangan terdakwa yang mengatakan ditekan dan diancam adalah keterangan yang tidak benar. Hal itu bertentangan dengan fakta, saksi dan alat bukti lain,'' ujar hakim Anwar saat membacakan pertimbangan putusan.

Adapun hal-hal yang memberatkan Miryam adalah  dianggap tak membantu program pemerintah yang tengah gencar memberantas korupsi dan tak mengakui perbuatannya. Sementara hal yang meringankan, Miryam berlaku sopan selama di persidangan dan belum pernah dihukum.

Setelah mendengar putusan dari Majelis Hakim, Miryam masih akan pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atas vonis yang dijatuhi kepada dirinya. ''Pikir-pikir dulu,'' kata Miryam.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww