Keributan Napi di Rutan Brimob Dikabarkan Dipicu Pelemparan Alquran, Ini Jawaban Mabes Polri

Keributan Napi di Rutan Brimob Dikabarkan Dipicu Pelemparan Alquran, Ini Jawaban Mabes Polri
Markas Komando Brigade Mobile (Brimob) di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. (viva.co.id)
Sabtu, 11 November 2017 16:48 WIB
JAKARTA - Sejumlah napi teroris di Rumah Tahanan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat terlibat keributan, yang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas di rutan tersebut. Beredar kabar, keributan itu dipicu pelemparan Alquran oleh oknum aparat Densus 88 Antiteror.

Kabar tersebut dibantah Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul. Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini memastikan bahwa keributan ditengarai adanya penggeledahan oleh petugas ke sejumlah napi teroris.

''Tidak benar terjadi pelemparan Alquran oleh petugas jaga,'' kata Martinus melalui keterangan tertulis, Jumat, 10 November 2017.

Saat kejadian, kata Martinus, yang dilakukan oleh petugas adalah melakukan pemeriksaan terhadap buku-buku dan benda-benda yang ada di dalam sel.

''Yang ada adalah para petugas melakukan pemeriksaan terhadap buku-buku dan benda-benda yang ada di dalam sel,'' ujarnya.

Sebelumnya, di jejaring sosial memang marak beredar informasi bahwa keributan ini ditengarai oleh pelemparan Alquran oleh petugas. Atas itu, para napi kemudian mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas tahanan.

''Telah terjadi kerusuhan di mako brimob kelapa dua depok  tawanan teroris membakar dan menghancurkan ruangan karena petugas jaga ahmad dan tim nya melempar al quran dan mengakibatkan para tawanan mengamuk," demikian penggalan informasi yang diduga hoaks, yang beredar di publik.

Pengamanan Diperketat

Sementara itu, sejak terjadinya keributan di area Blok C dan B Mako Brimob Kelapa Dua Depok, di lokasi hingga Jumat malam, terlihat sejumlah petugas berjaga ketat.

Sebuah mobil Baracuda dan sejumlah polisi bermotor dengan pakaian serba hitam terlihat memasuki Mako Brimob Kelapa Dua Depok untuk berjaga-jaga.

Tidak ada penjelasan soal pengetatan pengamanan ini oleh kepolisian. Petugas yang bersiaga bahkan meminta awak media menjauh dari lokasi.

''Pergi, jangan di sini,'' kata seorang petugas sembari meminta sejumlah awak media yang berada di gerbang utama Mako Brimob Depok untuk pergi.***

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww