Buka Usaha Peternakan Ayam di Bogor, 4 WN China Ditangkap Imigrasi

Buka Usaha Peternakan Ayam di Bogor, 4 WN China Ditangkap Imigrasi
Petugas Imigrasi menangkap empat WNA asal China di Bogor. (viva.co.id)
Sabtu, 11 November 2017 17:16 WIB
JAKARTA - Aparat Kantor Imigrasi Kelas I Bogor, Jawa Barat, menangkap empat warga negara asing (WNA) asal China, Kamis (9/11/2017).

Keempatnya diduga menyalahgunakan izin tinggal mereka di wilayah Bogor. Mereka membuka usaha peternakan ayam, dan dokumen yang mereka miliki pun mencurigakan.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim), Arief H Satoto, mengatakan saat ditangkap, keempat WNA Tiongkok itu kedapatan membuka usaha peternakan ayam di Desa Sibanteng, Kecamatan, Leuwi Sadeng, Kabupaten Bogor.

Keempatnya masing-masing bernama Lin Kong Wang (36), Lin Jin Chun (36), Lin Yu Tan (36), dan Lin Shu Long (42). ''Masih diperiksa di kantor terkait dokumen-dokumen mereka,'' kata Arief Satoto saat dihubungi VIVA, Sabtu (11/11).

Dari hasil pemeriksaan sementara, Toto mengatakan, sebagian dari empat WNA itu miliki dokumen kartu izin tinggal terbatas (Kitas). Namun, masih didalami usaha dan izin keseluruhan perusahaaan.

''Kitasnya ada namun tidak menutup kemungkinan jika setelah pemeriksaan tidak lengkap akan dideportasi atau pidana,'' ujar Toto yang pernah memenjarakan empat petani cabe asal Tiongkok ini.

Kasus WNA Tiongkok buka usaha secara ilegal di Bogor bukan kali pertama. Berdasarkan data Imigrasi, pada 10 November 2016 lalu, kasus serupa pernah diungkap yakni WNA asal Tiongkok yang membuka ladang pertanian di Kampung Gunung Leutik, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupatrm Bogor. Saat ini WNA sudah menjalani masa hukuman di Lapas Pondok Rajeg.

Awal tahun 2017, pada 11 Januari, Imigrasi Bogor mengungkap pekerja kasar berkedok tenaga ahli di kawasan tambang Emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Dari 80 WNA yang ada, Imigrasi menangkap 18 orang. ***

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww