Ibu Kandung Tusuk Perut Balitanya Pakai Pisau Dapur, Korban Terpaksa Dioperasi

Ibu Kandung Tusuk Perut Balitanya Pakai Pisau Dapur, Korban Terpaksa Dioperasi
Sofia Isa, balita yang ditusuk ibu kandungnya menjalani perawatan di rumah sakit. (liputan6.com)
Minggu, 05 November 2017 07:45 WIB
PEKALONGAN - Syarenie (31), warga Bojong, Pekalongan, Jawa Tengah menusuk perut putrinya, Sofia Isa, menggunakan pisau dapur, usai azan Subuh, Sabtu (4/11).

Sofia Isa kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Karena mengalami luka robek di bagian perut sebelah kiri, Sofia terpaksa menjalani operasi bedah pada Sabtu siang. Saat pertama dibawa ke rumah sakit, kondisinya sempat drop.

Kondisi balita yang ditusuk ibunya itu berangsur membaik sejak maghrib. Dia sudah mulai bisa diajak ngobrol meski perut bagian kirinya masih dibalut perban.

Selama di RS, korban dirawat oleh kerabat dan tetangga desanya sendiri. Selain itu, anggota kepolisian Polsek Bojong juga mendampingi korban selama di rumah sakit.

''Alhamdullilah kondisi Dik Sofia sudah mulai membaik. Sekarang sudah bisa diajak interaksi dan tertawa,'' ucap tetangga korban, Adi (50).

Adi dan sejumlah warga lainya pun mengaku lega dengan kabar baik terkait kondisi balita yang ditusuk ibu kandungnya itu. ''Kasihan masih balita seperti itu, mudah-mudahan proses penyembuhanya cepat,'' kata dia.

Pelaku Mengamuk

Sementara itu, Syarenie, ibu kandung korban, sedang menjalani pemeriksaan kejiiwaan di RS Djunaid. Ia diduga mengalami depresi. Hal itu terlihat saat pelaku sempat diamankan dan dijebloskan di tahanan Mapolsek Bojong.

''Pelaku berteriak-teriak histeris minta dilepas dan nggak mau masuk di ruang tahanan. Saat berusaha ditenangkan malah berontak,'' kata seorang polisi yang bertugas saat itu.

Tak hanya itu, saat diperiksa di sebuah ruangan di Mapolsek Bojong, Syarenie kembali berulah. Ia mengamuk dan melempar benda yang berada di dekatnya. Ia bahkan hendak melucuti pakaian dan celana yang dikenakannya di hadapan petugas.

Sejumlah uang kertas pecahan Rp 100 ribu yang dibawanya dibuang dan dibiarkan berserakan di lantai tahanan. Selama di dalam tahanan, ia lebih banyak menunduk dan pandangannya kosong.

Sebelumnya, nasib memilukan menimpa seorang balita perempuan bernama Sofia Isa yang masih berumur 3,5 tahun. Ibu kandungnya menusuk perutnya dengan pisau dapur saat ia tidur pada Sabtu, 4 November 2017.

Kejadian itu terjadi tak lama usai berkumandang azan Subuh, sekitar pukul 05.00 WIB, korban berteriak histeris mengeluh kesakitan di bagian perutnya.

Mulanya warga tak menaruh curiga atas luka yang dialami balita itu. Barulah saat berada di RS, pelaku mengakui bahwa dia yang telah menusuk putrinya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww