Arab Saudi Pecat Para Menteri Senior dan Penjarakan 11 Pangeran

Arab Saudi Pecat Para Menteri Senior dan Penjarakan 11 Pangeran
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. (sindonews)
Minggu, 05 November 2017 09:05 WIB
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi memecat sejumlah menteri senior dan memenjarakan sebelas pangeran. Keputusan pemecatan dan penahanan tersebut diterbitkan Sabtu (4/11).

Para menteri senior yang dipecat, termasuk Kepala Garda Nasional Pangeran Meteb bin Abdullah dan Menteri Ekonomi Adel Fakeih.

Abdullah al-Sultan, komandan Angkatan Laut Saudi, digantikan oleh Fahad al-Ghafli. Tidak ada penjelasan resmi terkait pemecatan para menteri tersebut.

Sementara itu, kantor berita negara Saudi, SPA, melaporkan bahwa sebuah komite anti-korupsi yang baru telah dibuat atas keputusan Kerajaan.

Media Saudi lainnya, Al Arabiya, menambahkan bahwa setidaknya 11 pangeran, empat menteri saat ini dan beberapa mantan menteri telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan anti-korupsi.

Komite anti-korupsi yang baru kali ini dipimpin oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. Komite tersebut sedang menyelidiki kasus banjir tahun 2009 yang menghancurkan sebagian wilayah Jeddah, dan kasus tanggapan pemerintah terhadap wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Laporan pemecatan dan penahanan sejumlah pangeran ini muncul beberapa bulan setelah Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mencopot keponakannya Mohammed bin Nayef sebagai Pangeran Mahkota yang kemudian digantikan oleh putra kandung Raja Salman, Mohammed bin Salman.

Mohammed bin Salman telah bertanggung jawab untuk mendorong sejumlah perubahan baik di dalam maupun luar negeri sejak dia menjadi Pangeran Mahkota.

Ian Black dari London School of Economics mengatakan bahwa perubahan tersebut sesuai dengan ”pola perubahan yang dipercepat” karena Mohammed bin Salman menjadi pewaris takhta.

''Kami telah melihat sejak Juni tahun ini, perubahan yang sangat jauh,'' katanya, yang dilansir Minggu (5/11/2017). ''Saat itulah Mohammed bin Salman, putra Raja Salman, diangkat sebagai Putra Mahkota,'' katanya lagi.

''Sejak Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota pada bulan Juni, kami telah melihat banyak pergolakan. Kami telah melihat pengumuman rencana Saudi yang sangat ambisius  untuk mengubah ekonomi Saudi, yakni Vision 2030.''

Setelah pemecatan Meteb bin Abdullah sebagai Kepala Farda Nasional, terjadi sebuah serangan rudal dari pemberontak Houthi Yaman menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww