Kata Menteri Perdagangan, Eropa Kesulitan Bila Indonesia Hentikan Ekspor Sawit

Kata Menteri Perdagangan, Eropa Kesulitan Bila Indonesia Hentikan Ekspor Sawit
Tandan buah segar kelapa sawit. (int)
Sabtu, 04 November 2017 07:27 WIB
NUSA DUA- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito mengatakan, pemerintah mendukung penuh industri kelapa sawit dalam menghadapi persaingan dagang minyak nabati di pasar dunia.

Bila Eropa mengganggu industri sawit, kata Enggar, Indonesia juga siap membalas mengganggu Eropa. ''Bila Eropa ganggu palm oil, kita bisa ganggu bubuk susu,' kata Enggar di hadapan peserta 13th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2018 Price Outlook di Nusa Dua Bali, 3 November 2017.

Ia bahkan menyangsikan kekuatan Eropa bila menghadapi perlawanan Indonesia dalam hal perdagangan global. ''Apa jadinya mereka jika kita tak ekspor sawit,'' tegas Enggar.

Menurutnya, industri kelapa sawit Indonesia paling taat aturan. Di samping itu, sawit juga telah berkembang dari skala kecil menjadi komoditas paling berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Peran strategis sawit dalam perekonomian Indonesia antara lain ditunjukkan melalui fakta-fakta bahwa sawit merupakan sumber pendapatan ekspor terbesar di Indonesia, mencapai US$15 juta per Agustus 2017. Demikian juga dengan dan kontribusi sawit terhadap pembukaan lapangan pekerjaan.

Enggar berharap semua pihak memperkuat kolaborasi dalam menghadapi kampanye negatif. Pemerintah pun, menurutnya, akan terus melakukan mediasi dengan negara-negara lain agar kelapa sawit dapat diterima dan diperlakukan secara adil di pasar internasional.

Dalam sambutan yang disampaikan pada konferensi tahunan IPOC 2017 yang kali ini mengambil tema Growth throug Productivity: Partnership with Smallholder tersebut, Enggar menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang kuat guna mendukung industri kelapa sawit.

Dalam kaitan ini, pemerintah RI telah melakukn langkah guna membangun sawit berkelanjutan antara lain melalui penguatan ISPO dan kerja sama dengan Malaysia, sesama negara penghasil utama sawit di dunia.

''Isu-isu sosial disikapi dengan menjamin upah minimum bagi pekerja sawit dan peningkatan fasilitas bagi pekerja di perkebunan kelapa sawit. Yang kita butuhkan adalah kolaborasi kuat di antara berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi isu-isu seputar kelapa sawit,'' ujar Enggar. ***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww