Pelaku Teror yang Sebabkan 8 Orang Tewas di New York Pernah Jadi Sopir Uber

Pelaku Teror yang Sebabkan 8 Orang Tewas di New York Pernah Jadi Sopir Uber
Sayfullo Saipov, diduga pelaku teror di New York. (liputan6.com) .
Rabu, 01 November 2017 11:51 WIB
NEW YORK - Seorang pengemudi menabrakkan truk ke para pejalan kaki dan pesepeda di Lower Manhattan, New York. Delapan orang tewas dan sedikitnya 12 orang terluka akibat aksi teror tersebut.

Pelaku serangan truk di New York itu diidentifikasi sebagai Sayfullo H Saipov. Menurut laporan NBC News, pria berusia 29 tahun tersebut merupakan imigran asal Uzbekistan dan tiba di AS pada 2010.

Berdasarkan laporan ABC News, Saipov tinggal di Ohio Florida dan terakhir di Paterson, New Jersey, bersama istri dan tiga anaknya.

Saipov memilikiĀ green card yang mengizinkannya menjadi permanent residence atau penduduk tetap, demikian menurut laporan NBC dan Fox News.

Para pejabat keamanan mengatakan kepada New York Times, Saipov meninggalkan catatan dalam bahasa Arab di dekat truk yang bertuliskan bahwa ia berjanji setia kepada ISIS. NBC melaporkan, catatan itu juga mengatakan bahwa ia melakukan serangan tersebut untuk ISIS. Namun, sumber lain mengatakan, catatan itu ditulis dalam bahasa Inggris.

Menurut sejumlah catatan, Saipov memiliki dua surat izin komersial di dua negara bagian. Hal tersebut memungkinkannya untuk mengemudi truk besar dan hidup berpindah-pindah di Florida, Ohio, dan New Jersey.

Dikutip dari Buzzfeed, Rabu (1/11/2017), nama Sayfulloh Saipov terdaftar sebagai agen untuk Sayf Motors Inc, perusahaan angkutan truk di Ohio, pada 18 Mei 2011. Pada 2013, ia mendaftarkan bisnis truk lain, Bright Auto LLC, yang masih aktif dan terdaftar di Departemen Perhubungan.

Berdasarkan catatan pengadilan, pelaku serangan truk New York pernah melakukan sejumlah pelanggaran lalu lintas di sejumlah negara bagian. Pada Oktober 2016, polisi memberhentikan Saipov di Tampa, Missouri.

Pada 2012, polisi di Pennsylvania juga memberhentikannya karena kendaraan yang digunakannya tak memenuhi kriteria layanan dan ia mengemudi dengan surat izin komersial. Selain itu, pada Maret 2015, ia juga diberhentikan karena melanggar lalu lintas.

Pernah Jadi Sopir Uber

Saipov pernah tinggal di sebuah kompleks apartemen di Cuyahoga Falls, Ohio. Para tetangganya mengaku ia mengenal Saipov dan sering melihatnya.

Salah satu penghuni di sana, Steven Newman, mengatakan bahwa Saipov sering menyapa orang yang ditemuinya ketika berada di luar rumah.

''Ini menjadi hal yang sangat mengejutkan bagi semua orang,'' ujar Newman. Ia mendeskripsikan wilayah tempatnya tinggal tenang dan orang-orangnya ramah.

Newman mengatakan, terdapat komunitas muslim yang siginifikan di area tersebut.

Seorang temannya, Kobijon Markarov (37), mengatakan kepada New York Post bahwa Saipov pernah menjadi sopir Uber. Ia bertemu Saipov di Florida pada lima tahun lalu dan menggambarkannya sebagai orang yang sangat ramah.

Matkarov mengatakan, Saipov tinggal di New Jersey sejak musim panas 2017.

''Ia merupakan orang yang sangat baik, dia sangat ramah...dia seperti adik laki-laki...dia memandangku seperti kakak laki-laki,'' ujar Matkarov yang tinggal di Miamisburg, Ohio.

Seorang pria yang mengaku sebagai tetangga Saipov dan tidak ingin disebutkan namanya mengatakan ia sering melihat tersangka di sekitar lingkungan tempat tinggal bersama dengan istri dan dua anaknya.

Ia juga melihat Saipov mengendarai mobil Toyota Sienna berwarna putih dengan pelat nomor Florida, demikian dikutip dari NJ.com.

Seorang tetangga lain bernama Slavo Petrov (64) mengatakan Saipov tinggal di lantai atas gedung apartemen yang sama dengannya, belum sampai setahun belakangan.

Menurutnya, Saipov tidak ramah dan tidak pernah menyapa selamat pagiĀ atau selamat siang.

Petrov mengaku pernah melihat Saipov di masjid lokal. Namun, seorang pemuda berusia 17 tahun yang menghadiri masjid itu lima kali sehari, mengklaim tidak pernah melihat Saipov salat.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww