Banyak Ritel Raksasa Tutup Gerai, Kata Mendag karena Masyarakat Memilih Jalan-jalan dan Makan-makan

Banyak Ritel Raksasa Tutup Gerai, Kata Mendag karena Masyarakat Memilih Jalan-jalan dan Makan-makan
Mendag Enggartiasto Lukita. (merdeka.com)
Rabu, 01 November 2017 18:56 WIB
JAKARTA - Sejumlah ritel raksasa mulai menutup gerainya, diantaranya 7-Eleven (Sevel), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (Ramayana), PT Matahari Department Store Tbk dan terakhir Lotus. Penutupan tersebut dinilai banyak kalangan sebagai dampak melemahnya daya beli masyarakat.

Namun Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan penutupan toko-toko tersebut bukan karena daya beli masyarakat melemah. Melainkan terjadinya pergeseran pola hidup di dunia dan perubahan perilaku belanja.

Menurutnya, saat ini masyarakat lebih banyak menghabiskan uangnya untuk jalan-jalan, makan-makan dan nongkrong di tempat-tempat hits.

''Yang sekarang diprioritaskan, bukan lagi beli barang-barang tapi mereka saving untuk leisure untuk hangout, untuk food and bevarage dan itu nampak, ini bukan hanya cerita dan kata-kata,'' kata Mendag Enggar, di Bekasi, Rabu (1/11).

Mendag mengatakan, saat ini kalangan atas lebih memilih belanja pakaian langsung ke butiknya dibandingkan ke departement store. ''Mereka yang high end itu tidak mau pergi ke Sogo atau ke Debenhams itu mereka langung ke spesifik special store, jadi mereka langsung ke butiknya,'' ujarnya.

Sementara, untuk kalangan menengah ke bawah, pola belanja sudah bergeser dengan ke online. Hal ini dianggap lebih praktis, apalagi dengan semakin pesatnya teknologi.

''Dan sebagian kalau yang sudah melek internet dia liat di IG, dan dia beli daripada kena macet pergi ke Ramayana, Matahari milih-milih di rak udah capai dan udah tidak mau,'' katanya.

Dengan tutupnya Lotus, Mendag juga telah mengcek keuangan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP). Dalam laporan keuangan terjadi peningkatan penjualan.

Sehingga tutupnya Lotus bukan karena menurunnya pembeli. ''Saya cek di keuangan MAP karena dia Tbk,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww